Update: Kamis, 30 April 2026

AGRO

PT. Bank Raya Indonesia Tbk.

Rp 181
-2.69%
Volume
110.117 lot
MA 5
183
MA 20
185
RSI
53.08
High
187
Low
178
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.10%
Support (10d)
178
Resistance (10d)
248
Volume Trend (10d)
+111.2%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.217 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AGRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.10%. Area support terdekat berada di sekitar Rp178, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp248.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 178, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader akrab dengan pola segitiga (triangle) yang meruncing. Namun, ada satu keluarga pola yang justru melakukan kebalikannya: melebar seiring waktu. Salah satu pola yang paling penting untuk dipahami, terutama bagi mereka yang ingin menghindari jebakan di puncak pasar, adalah Rising Broadening Wedge (baji melebar yang mengarah ke atas). Pola ini adalah cerminan dari meningkatnya ketidakpastian dan perdebatan sengit di tengah tren naik, yang pada akhirnya berakhir dengan kehancuran bullish dan pembalikan bearish. Karakteristik Rising Broadening Wedge Rising Broadening Wedge adalah pola grafik yang terbentuk ketika harga bergerak dalam dua garis tren yang divergen (melebar) namun memiliki kecenderungan sama-sama mengarah ke atas. Dengan kata lain, harga membuat higher high dan lower low secara bersamaan, dengan amplitudo ayunan yang semakin besar,...

Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick menjadi salah satu alat paling populer untuk membaca pergerakan harga. Di antara sekian banyak pola, ada satu bentuk yang unik dan jarang dibahas namun menyimpan makna mendalam: Rickshaw Man. Pola ini merupakan varian dari Doji, tetapi dengan karakteristik sumbu (bayangan) yang sangat panjang dan badan candlestick yang sangat kecil, nyaris tidak terlihat. Karakteristik Pola Rickshaw Man Secara visual, Rickshaw Man menyerupai seekor orang yang sedang mengemudikan kereta roda dua (rickshaw). Bayangan atas dan bawah yang panjang menggambarkan gandar kereta, sedangkan badan yang mungil adalah tempat duduk pengemudi. Ciri-ciri spesifiknya adalah: Badan Candlestick Sangat Pendek: Bisa berupa Doji sempurna (harga pembukaan dan penutupan sama persis) atau Spinning Top dengan tubuh yang sangat mini. Sumbu Atas dan Bawah Panjang:...

In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick dua hari sering menjadi favorit trader karena kesederhanaannya. Namun, tidak semua pola dua hari memiliki kekuatan sinyal yang sama. Salah satu pola yang tergolong "lembut" dan membutuhkan konfirmasi ekstra adalah In-Neck Line. Pola ini sering dianggap sebagai "adik" dari On-Neck Line dan Piercing Line. Meskipun termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), sinyal yang dihasilkan In-Neck Line tidak sekuat kedua saudaranya. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan konfirmasi tambahan, pola ini tetap dapat dimanfaatkan untuk membaca peluang trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola In-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, perbedaannya dengan pola serupa, serta cara memanfaatkannya dengan bijak. Apa Itu Pola In-Neck Line? In-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  2. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  3. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  4. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  5. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  6. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  7. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  8. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  9. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  10. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar

TradingView Chart - AGRO