Update: Kamis, 30 April 2026

AMOR

PT. Ashmore Asset Management Indonesia Tbk.

Rp 354
-0.56%
Volume
2.742 lot
MA 5
359
MA 20
357
RSI
45.71
High
364
Low
348
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.91%
Support (10d)
348
Resistance (10d)
372
Volume Trend (10d)
-66.1%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
12.03 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (45.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMOR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.91%. Area support terdekat berada di sekitar Rp348, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp372.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 348, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi

Dalam analisis teknikal, kebanyakan indikator volume berasumsi bahwa volume tinggi adalah segalanya. Volume tinggi dianggap mencerminkan partisipasi serius, sementara volume rendah diabaikan sebagai noise. Namun, ada sepasang indikator yang membalik logika tersebut. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) justru percaya bahwa hari-hari dengan volume rendah menyimpan informasi paling berharga tentang arah pasar jangka panjang. Dikembangkan oleh Paul Dysart pada tahun 1930-an (setelah ia mengamati karya perintis dari Norman Fosback), indikator ini didasarkan pada teori yang menarik: Orang banyak (crowd) cenderung salah, sementara orang pintar (smart money) bertindak saat sepi. Filosofi Dibalik NVI dan PVI Fosback, yang mempopulerkan indikator ini dalam bukunya, mengamati sebuah fenomena menarik: Pada hari dengan volume di atas rata-rata (Positive Volume), publik ritel cenderung paling aktif. Mereka terpengaruh...

Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

Dalam analisis teknikal modern, volume profile telah menjadi alat yang sangat populer untuk memahami di mana sebagian besar volume transaksi terjadi. Inti dari volume profile adalah Point of Control (POC)—level harga dengan volume perdagangan tertinggi dalam suatu periode. Namun, ada satu konsep lanjutan yang sering luput dari perhatian trader ritel, padahal sangat powerful: Naked Point of Control (Naked POC). Naked POC adalah POC yang saat ini "telanjang"—artinya, harga telah bergerak meninggalkannya dan tidak kembali menyentuh level tersebut dalam periode waktu yang signifikan. Level ini, yang dulunya merupakan zona kesepakatan tertinggi antara pembeli dan penjual, kini menjadi zona yang "menggoda". Ia akan bertindak sebagai magnet kuat yang akan menarik harga kembali, atau sebaliknya, menjadi zona penolakan yang sangat keras. Memahami Naked POC sama seperti mengetahui...

Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, ada pola yang indah secara visual namun mengancam bagi para pembeli. Pola itu adalah Evening Star (Bintang Senja). Seperti bintang yang muncul di senja hari sebelum malam tiba, pola ini menandakan bahwa "siang" tren naik akan segera berakhir dan "malam" tren turun akan segera datang. Jika Morning Star adalah sahabat trader bullish, maka Evening Star adalah mimpi buruk bagi mereka yang masih memegang posisi beli. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Evening Star, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, variasi pola, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Evening Star? Evening Star adalah pola pembalikan bearish (dari naik ke turun) yang terdiri dari tiga candlestick. Pola ini terbentuk di akhir tren naik (uptrend) dan dianggap sebagai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  3. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  4. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  5. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  6. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  7. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  8. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  9. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  10. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren

TradingView Chart - AMOR