Update: Kamis, 30 April 2026

ARNA

PT. Arwana Citramulia Tbk.

Rp 494
-0.40%
Volume
73.796 lot
MA 5
496
MA 20
517
RSI
21.13
High
498
Low
484
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.19%
Support (10d)
484
Resistance (10d)
510
Volume Trend (10d)
-36.7%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-5.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 365 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARNA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.19%. Area support terdekat berada di sekitar Rp484, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 504 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 543 - 568 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 459 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume

Dalam analisis teknikal saham, RSI (Relative Strength Index) adalah salah satu indikator momentum paling populer. Namun, RSI memiliki satu "kekurangan": ia hanya memperhitungkan harga, tidak memperhitungkan volume. Padahal, volume adalah konfirmasi penting dalam analisis teknikal. Solusinya adalah Money Flow Index (MFI) – indikator yang bisa dianggap sebagai "RSI yang berbobot volume". MFI menggabungkan konsep RSI dengan volume, menghasilkan indikator yang lebih akurat dalam mengidentifikasi overbought, oversold, dan divergence. MFI dikembangkan oleh Gene Quong dan Avrum Soudack. Indikator ini sering disebut sebagai "Volume-Weighted RSI" karena perhitungannya yang mirip dengan RSI, tetapi menggunakan "typical price" dan "money flow" (aliran uang) yang memperhitungkan volume. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Money Flow Index (MFI), mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan RSI, interpretasi overbought/oversold, divergence (yang sangat...

Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan

Dalam analisis teknikal saham, ada beberapa pola yang sangat mudah dikenali bahkan oleh trader pemula sekalipun. Salah satunya adalah Double Top. Pola ini dinamakan demikian karena bentuknya yang menyerupai dua puncak (top) dengan ketinggian yang kurang lebih sama, seperti dua gunung kembar. Double Top adalah salah satu pola pembalikan bearish (bearish reversal) yang paling terkenal dan paling dapat diandalkan. Pola ini menandakan bahwa tren naik telah kehabisan tenaga dan harga akan berbalik arah menjadi tren turun. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Double Top, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Double Top? Double Top adalah pola pembalikan bearish yang terbentuk di akhir tren naik (uptrend). Pola ini terdiri dari dua puncak dengan ketinggian...

Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham

Dalam analisis teknikal saham, tidak semua pola grafik digunakan untuk mencari peluang beli. Ada kalanya seorang trader justru perlu mencari sinyal jual atau posisi short. Salah satu pola paling terkenal untuk mengidentifikasi kelanjutan tren turun adalah Bearish Flag. Apa Itu Bearish Flag? Bearish Flag adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga turun secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi atau koreksi kecil ke atas yang membentuk saluran menaik. Bentuknya menyerupai bendera terbalik, dengan tiang bendera mengarah ke bawah dan area bendera yang bergerak naik perlahan. Pola ini menunjukkan bahwa meskipun harga sempat “beristirahat” atau mencoba rebound, tekanan jual masih sangat dominan. Setelah fase konsolidasi selesai, harga kemungkinan besar akan melanjutkan tren turunnya. Karakteristik Pola Bearish Flag Untuk mengidentifikasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  2. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  3. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  4. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  5. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  6. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  7. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  8. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  9. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  10. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

TradingView Chart - ARNA