Update: Kamis, 30 April 2026

ATLA

PT. Atlantis Subsea Indonesia Tbk.

Rp 53
-1.85%
Volume
1.483.596 lot
MA 5
55
MA 20
53
RSI
56.00
High
55
Low
51
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.54%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
73
Volume Trend (10d)
+1,616.5%
Score
80
Win Rate (30d)
13.33 %
P/L (30d)
6.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 133.285 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ATLA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.54%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp73.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 53 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 61 - 66 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 50 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan

Setelah mempelajari berbagai pola satu candlestick seperti Hammer, Hanging Man, dan Shooting Star, kini saatnya mengenal satu pola bullish yang seringkali terlewatkan oleh trader pemula: Inverted Hammer (Bullish). Jika Hammer adalah "palu" normal dengan gagang panjang di bawah, maka Inverted Hammer adalah kebalikannya—gagang panjang menjulang ke atas, tubuh kecil di bawah. Bentuknya memang mirip dengan Shooting Star (bearish), namun maknanya sama sekali berbeda karena posisinya yang unik. Dalam analisa teknikal saham, Inverted Hammer adalah salah satu sinyal pembalikan bullish yang paling underrated. Ia sering muncul di momen-momen kritis ketika pasar sedang "mencari dasar" setelah jatuh panjang. Apa Itu Inverted Hammer (Bullish)? Secara visual, Inverted Hammer terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang,...

Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"

Dalam analisis teknikal saham, ada indikator yang dinamai sesuai dengan hewan buas yang dikenal dengan kesabarannya dalam berburu – Alligator (Buaya). Indikator ini dikembangkan oleh Bill Williams, seorang trader legendaris yang juga menciptakan indikator lain seperti Awesome Oscillator dan Fractals. Alligator adalah indikator yang dirancang untuk membantu trader mengidentifikasi apakah pasar sedang "tidur" (sideways/ konsolidasi) atau "bangun" (trending/ bergerak). Konsepnya sederhana: seekor buaya yang tidur (garis-garis menyempit) akan segera bangun dan membuka mulutnya lebar-lebar (garis-garis melebar) untuk berburu korbannya – dalam hal ini, pergerakan harga yang kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang indikator Alligator, mulai dari filosofi di baliknya, komponen garis-garis, cara membaca fase tidur dan bangun, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Indikator Alligator? Alligator adalah indikator teknikal yang terdiri...

Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar

Di antara berbagai jenis chart yang digunakan dalam analisis teknikal, sebagian besar berfokus pada harga dan waktu. Namun, ada beberapa chart "kuno" dari Jepang yang memiliki pendekatan sangat berbeda. Salah satunya adalah Kagi Chart. Berasal dari Jepang pada era perdagangan beras di abad ke-19, Kagi Chart (kadang disebut "hook chart") adalah saudara dari Renko Chart dan Point & Figure Chart. Namun, Kagi memiliki keunikan tersendiri: ia menggunakan ketebalan garis untuk menyampaikan informasi tentang sentimen pasar. Nama "Kagi" sendiri berarti "kunci" atau "hook" dalam bahasa Jepang, merujuk pada bentuk garis yang berbelok seperti kait. Apa Itu Kagi Chart? Kagi Chart adalah jenis chart yang mengabaikan waktu sepenuhnya dan hanya merekam pergerakan harga yang signifikan. Hasilnya adalah serangkaian garis vertikal yang berbelok (seperti kait) ketika harga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  2. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  3. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  4. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  5. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  6. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  7. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  8. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  9. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  10. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang

TradingView Chart - ATLA