Update: Kamis, 30 April 2026

BDMN

PT. Bank Danamon Indonesia Tbk.

Rp 4.240
-0.24%
Volume
157.593 lot
MA 5
4.032
MA 20
3.094
RSI
78.81
High
4.380
Low
4.100
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.65%
Support (10d)
2.480
Resistance (10d)
4.800
Volume Trend (10d)
+1,500.5%
Score
70
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
67.59 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (78.8) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 16.142 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BDMN saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 78.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.480, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.800.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 4.325 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 4.664 - 4.876 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 3.943 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah "bahan bakar" yang menggerakkan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi di mana volume melonjak ke tingkat yang ekstrim—jauh di atas rata-rata—dan justru menandakan bahwa tren sedang kehabisan tenaga. Kondisi ini dikenal sebagai Climax Volume. Climax volume adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia sering muncul di titik-titik kritis pasar: di akhir downtrend yang panjang (selling climax) atau di akhir uptrend yang panjang (buying climax). Bagi trader yang memahami konsep ini, climax volume adalah peringatan bahwa tren akan segera berbalik atau setidaknya mengalami koreksi signifikan. Karakteristik Climax Volume Climax volume adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak drastis—seringkali 3 hingga 5 kali atau lebih di atas volume...

The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance

Dalam analisis teknikal, terutama dalam metodologi Wyckoff, terdapat sebuah pola yang merupakan kebalikan dari The Spring Pattern. Pola ini disebut The Upthrust (atau Upthrust Pattern). Upthrust adalah pergerakan harga yang naik sejenak di atas level resistance yang tampak jelas—menciptakan euforia di antara trader yang berpikir bahwa resistance telah ditembus—hanya untuk segera berbalik arah dan turun tajam kembali di bawah level resistance tersebut. Nama "Upthrust" menggambarkan dorongan ke atas yang gagal, seperti tombak yang diayunkan ke atas tetapi tidak dapat menembus langit-langit. Bagi trader yang memahami pola ini, Upthrust adalah kesempatan untuk menjual (atau short) di area resistance yang sudah teruji, seringkali dengan stop loss yang sangat dekat. Karakteristik The Upthrust Pattern The Upthrust adalah pola reversal bearish yang terjadi di area resistance. Harga untuk...

Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi

Dalam analisis teknikal, kebanyakan indikator volume berasumsi bahwa volume tinggi adalah segalanya. Volume tinggi dianggap mencerminkan partisipasi serius, sementara volume rendah diabaikan sebagai noise. Namun, ada sepasang indikator yang membalik logika tersebut. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) justru percaya bahwa hari-hari dengan volume rendah menyimpan informasi paling berharga tentang arah pasar jangka panjang. Dikembangkan oleh Paul Dysart pada tahun 1930-an (setelah ia mengamati karya perintis dari Norman Fosback), indikator ini didasarkan pada teori yang menarik: Orang banyak (crowd) cenderung salah, sementara orang pintar (smart money) bertindak saat sepi. Filosofi Dibalik NVI dan PVI Fosback, yang mempopulerkan indikator ini dalam bukunya, mengamati sebuah fenomena menarik: Pada hari dengan volume di atas rata-rata (Positive Volume), publik ritel cenderung paling aktif. Mereka terpengaruh...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  2. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  3. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  4. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  5. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  6. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  7. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  8. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  9. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  10. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams

TradingView Chart - BDMN