Update: Kamis, 30 April 2026

BEER

PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk.

Rp 134
-0.74%
Volume
29.193 lot
MA 5
137
MA 20
145
RSI
47.89
High
144
Low
126
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.73%
Support (10d)
126
Resistance (10d)
160
Volume Trend (10d)
-94.5%
Score
10
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
3.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BEER saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.73%. Area support terdekat berada di sekitar Rp126, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp160.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 120 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda

Dalam analisis teknikal, moving average (MA) adalah salah satu alat paling dasar dan paling populer. Namun, menggunakan satu MA seringkali tidak cukup — karena MA dengan periode pendek terlalu sensitif, sementara MA dengan periode panjang terlalu lambat. Bagaimana jika Anda menggunakan banyak MA sekaligus? Itulah konsep di balik Rainbow Moving Average. Dinamakan demikian karena visualisasinya yang menyerupai pelangi — sekumpulan garis berwarna-warni yang bergerak bersama. Dengan menggunakan beberapa MA dengan periode yang berbeda (misalnya MA 5, 10, 20, 30, 40, 50, 60), Anda dapat melihat secara sekilas apakah tren sedang kuat (semua garis terpisah rapi) atau melemah (garis-garis mulai menyempit dan berpotongan). Bagi trader yang ingin membaca "ketebalan" dan "kekuatan" tren secara visual, Rainbow Moving Average adalah alat yang sederhana namun sangat informatif. Karakteristik...

Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang mungkin terlihat rumit pada pandangan pertama – banyak garis, warna-warni, dan area seperti awan. Indikator itu adalah Ichimoku Kinko Hyo, atau yang lebih dikenal sebagai Ichimoku Cloud. Ichimoku dikembangkan oleh Goichi Hosoda, seorang jurnalis Jepang, pada akhir tahun 1930-an. Nama "Ichimoku Kinko Hyo" secara harfiah berarti "grafik keseimbangan satu pandang" – artinya, dengan satu pandangan (sekali lihat), seorang trader seharusnya sudah bisa menilai apakah suatu saham layak dibeli, dijual, atau dihindari. Meskipun terlihat kompleks, Ichimoku sebenarnya adalah sistem indikator yang sangat terstruktur. Ia menggabungkan beberapa elemen analisis teknikal ke dalam satu tampilan: moving average, support/resistance, momentum, dan trailing stop. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Ichimoku Kinko Hyo, mulai dari komponen-komponennya, cara perhitungan, interpretasi awan...

Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berfokus pada harga, volume, atau momentum. Namun, ada pendekatan lain yang tidak melihat data pasar sama sekali — melainkan melihat kalender. Pendekatan ini disebut Seasonal Pattern atau pola musiman, yang mempelajari kecenderungan pasar pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, bulan, atau bahkan hari. Pola musiman berakar pada keyakinan bahwa perilaku investor tidak sepenuhnya rasional. Faktor-faktor seperti liburan, bonus akhir tahun, hari besar keagamaan, dan perubahan musim dapat memengaruhi sentimen kolektif dan keputusan investasi. Bagi trader yang memahami pola ini, musim dapat memberikan "edge" statistik yang berharga. Karakteristik Seasonal Pattern Seasonal Pattern adalah studi tentang kinerja historis pasar pada periode-periode tertentu yang berulang setiap tahun. Pola ini dapat bersifat global, regional, atau bahkan spesifik untuk satu negara. Jenis-jenis Seasonal Pattern:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  2. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  3. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  4. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  5. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  6. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  7. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  8. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  9. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  10. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar

TradingView Chart - BEER