Update: Kamis, 30 April 2026

BLUE

PT. Berkah Prima Perkasa Tbk.

Rp 3.360
-12.95%
Volume
9.220 lot
MA 5
3.462
MA 20
3.350
RSI
47.69
High
3.860
Low
3.300
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.68%
Support (10d)
3.100
Resistance (10d)
4.180
Volume Trend (10d)
+56.0%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-6.15 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -88 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BLUE saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.68%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.100, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.180.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 3.100, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola didasarkan pada bentuk visual dan psikologi pasar. Namun, ada sebuah keluarga pola yang berbeda: pola Harmonic. Di antara pola harmonic yang paling terkenal dan menjadi dasar bagi pola-pola lainnya adalah pola Gartley. Pola Gartley pertama kali diperkenalkan oleh H.M. Gartley dalam bukunya "Profits in the Stock Market" pada tahun 1935. Pola ini menggunakan rasio Fibonacci untuk mengidentifikasi titik-titik pembalikan harga dengan presisi tinggi. Pola Gartley dianggap sebagai "induk" dari pola harmonic lainnya seperti Butterfly, Bat, dan Crab. Pola ini cukup kompleks dibandingkan pola candlestick biasa, tetapi ketika dipahami dan diterapkan dengan benar, ia mampu memberikan sinyal pembalikan yang sangat akurat dengan titik entry, stop loss, dan target yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola...

High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

Dalam analisis teknikal tradisional, volume hanya ditampilkan sebagai batang vertikal di bagian bawah chart. Anda bisa melihat berapa banyak saham yang diperdagangkan dalam suatu periode, tetapi Anda tidak tahu di level harga mana transaksi tersebut paling banyak terjadi. Volume Profile mengubah semua itu. Ia memecah volume berdasarkan level harga, menciptakan semacam "peta kepadatan" yang menunjukkan area-area dengan aktivitas perdagangan tertinggi dan terendah. Dalam peta tersebut, ada dua konsep kunci yang wajib Anda pahami: High Volume Node (HVN) dan Low Volume Node (LVN). High node adalah area di mana volume sangat terkonsentrasi—seperti kota padat penduduk. Low node adalah area di mana volume sangat sedikit—seperti padang pasir yang sepi. Memahami kedua node ini akan mengubah cara Anda melihat support, resistance, breakout, dan target harga. Anda tidak...

Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya

Dalam analisis teknikal saham, Elliott Wave Theory mengajarkan bahwa pergerakan harga bergerak dalam pola 5 gelombang impulsif (1,2,3,4,5) dan 3 gelombang korektif (A,B,C). Namun, terkadang salah satu dari gelombang impulsif tersebut – baik wave 1, wave 3, atau wave 5 – memiliki panjang yang jauh lebih besar dibandingkan dua gelombang impulsif lainnya. Fenomena ini disebut Extended Wave (Gelombang Memanjang). Extended wave adalah konsep penting dalam Elliott Wave karena mempengaruhi cara Anda menghitung gelombang, memproyeksikan target harga, dan menentukan titik entry dan exit. Memahami extended wave akan membantu Anda tidak salah mengidentifikasi struktur gelombang, terutama ketika satu gelombang terlihat "terlalu panjang" dibandingkan yang lain. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang extended wave, mulai dari jenis-jenisnya, karakteristik, aturan yang berlaku, cara mengidentifikasinya, hingga implikasinya dalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  2. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  3. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  4. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  5. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  6. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  7. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  8. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  9. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  10. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat

TradingView Chart - BLUE