Update: Kamis, 30 April 2026

BSDE

PT. Bumi Serpong Damai Tbk.

Rp 770
-6.67%
Volume
137.266 lot
MA 5
792
MA 20
788
RSI
44.90
High
815
Low
765
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.90%
Support (10d)
730
Resistance (10d)
835
Volume Trend (10d)
+56.8%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
3.36 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -21.600 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BSDE saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp730, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp835.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 730, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish

Dalam analisis teknikal saham, pola segitiga (triangle patterns) adalah salah satu formasi yang paling sering ditemui. Di antara ketiga jenis segitiga – ascending, descending, dan symmetrical – Ascending Triangle adalah yang paling bullish. Ascending Triangle adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang paling optimis. Ia terbentuk di tengah tren naik dan menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, harga kemungkinan besar akan melanjutkan kenaikannya. Pola ini sangat dicari oleh trader karena memberikan sinyal beli yang cukup akurat dengan target harga yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Ascending Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Ascending Triangle? Ascending Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline: Garis resistance horizontal...

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berusaha mengukur kekuatan tren — tetapi kebanyakan dari mereka hanya melihat harga penutupan. Bagaimana dengan pergerakan harga di dalam periode itu sendiri? Apakah tren naik yang terjadi karena pergerakan yang konsisten setiap hari berbeda dengan tren naik yang terjadi dengan pergerakan yang liar? Vortex Indicator menjawab pertanyaan ini. Dikembangkan oleh Etienne Botes dan Douglas Siepman, indikator ini mengukur arah tren dengan menganalisis pergerakan harga dari periode ke periode — bukan hanya dari close ke close, tetapi dari high ke high dan low ke low. Hasilnya adalah dua garis: VI+ (Vortex positif) dan VI- (Vortex negatif), yang saling bersilangan untuk memberikan sinyal beli dan jual. Bagi trader yang ingin memahami "pusaran" pergerakan pasar, Vortex Indicator adalah alat yang unik dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  2. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  3. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  4. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  5. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  6. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  7. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  8. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  9. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  10. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama

TradingView Chart - BSDE