Update: Kamis, 30 April 2026

CINT

PT. Chitose Internasional Tbk.

Rp 216
-0.92%
Volume
11.605 lot
MA 5
218
MA 20
212
RSI
60.71
High
220
Low
216
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.59%
Support (10d)
208
Resistance (10d)
234
Volume Trend (10d)
+70.2%
Score
65
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
9.09 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.7)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -273 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CINT saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.59%. Area support terdekat berada di sekitar Rp208, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp234.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 220 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 238 - 248 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 201 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham

Dalam analisis teknikal saham, tidak semua pola grafik digunakan untuk mencari peluang beli. Ada kalanya seorang trader justru perlu mencari sinyal jual atau posisi short. Salah satu pola paling terkenal untuk mengidentifikasi kelanjutan tren turun adalah Bearish Flag. Apa Itu Bearish Flag? Bearish Flag adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga turun secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi atau koreksi kecil ke atas yang membentuk saluran menaik. Bentuknya menyerupai bendera terbalik, dengan tiang bendera mengarah ke bawah dan area bendera yang bergerak naik perlahan. Pola ini menunjukkan bahwa meskipun harga sempat “beristirahat” atau mencoba rebound, tekanan jual masih sangat dominan. Setelah fase konsolidasi selesai, harga kemungkinan besar akan melanjutkan tren turunnya. Karakteristik Pola Bearish Flag Untuk mengidentifikasi...

TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah membedakan antara sinyal yang berarti (signal) dan kebisingan pasar (noise). Setiap hari, harga naik turun karena berbagai faktor — banyak di antaranya tidak relevan dengan tren jangka panjang. Di sinilah TRIX berperan. Dikembangkan oleh Jack Hutson pada awal 1980-an, TRIX (Triple Exponential Smoothing) adalah indikator momentum yang menghaluskan harga tiga kali menggunakan Exponential Moving Average (EMA). Hasilnya adalah garis yang sangat halus yang menghilangkan hampir semua noise harga, sehingga Anda dapat melihat momentum sebenarnya di balik pergerakan pasar. Bagi trader yang ingin fokus pada tren dan momentum jangka menengah hingga panjang, tanpa terganggu fluktuasi harian, TRIX adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik TRIX TRIX adalah indikator osilator yang menghitung persentase perubahan dari EMA yang telah dihaluskan...

Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar

Di dunia trading, tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan realitas yang sebenarnya. Di bawah buku pesanan (order book) yang tampak biasa, seringkali tersembunyi niat besar para pemain institusional. Mereka tidak ingin ketahuan. Mereka menyembunyikan pesanan besar mereka di balik "gunung es" – hanya ujung kecil yang terlihat, sementara massa utamanya tersembunyi di bawah permukaan. Dalam analisis teknikal, fenomena ini meninggalkan jejak yang disebut Iceberg Pattern. Meskipun pola ini lebih dikenal dalam analisis order flow (DOM) dan tape reading, jejaknya dapat dikenali di chart harga standar jika Anda tahu apa yang harus dicari. Apa Itu Iceberg Pattern? Iceberg Pattern adalah pola harga dan volume yang mengindikasikan adanya pesanan besar yang tersembunyi (hidden order) dari pemain institusional. Nama "iceberg" diambil dari fenomena gunung es: hanya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  2. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  3. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  4. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  5. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  6. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  7. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  8. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  9. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  10. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan

TradingView Chart - CINT