Update: Kamis, 30 April 2026

CTBN

PT. Citra Tubindo Tbk.

Rp 5.425
-3.98%
Volume
75 lot
MA 5
5.665
MA 20
5.665
RSI
50.00
High
5.725
Low
5.325
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
2.14%
Support (10d)
5.325
Resistance (10d)
5.925
Volume Trend (10d)
-62.4%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-6.06 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CTBN saat ini menunjukkan kecenderungan sideways pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.325, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.925.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 5.325, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout

Dalam analisis teknikal, salah satu momen paling menegangkan adalah ketika harga berhasil menembus (breakout) dari suatu pola. Pertanyaan yang segera muncul: "Apakah saya harus langsung masuk, atau menunggu?" Terlalu cepat masuk, Anda bisa terjebak false breakout. Terlalu lambat masuk, Anda kehilangan sebagian besar keuntungan. Di sinilah The Wedge Pullback Pattern berperan. Pola ini memberikan kerangka kerja yang jelas untuk memasuki pasar setelah breakout dari wedge (baji), dengan memanfaatkan fenomena pullback (kembalinya harga ke area breakout) sebagai kesempatan entry kedua yang lebih aman. Karakteristik The Wedge Pullback Pattern The Wedge Pullback Pattern sebenarnya bukanlah pola candlestick atau pola grafik berdiri sendiri, melainkan sebuah strategi entry yang didasarkan pada perilaku harga setelah breakout dari wedge. Pola ini menggabungkan dua elemen: wedge (baji) sebagai pola awal, dan...

Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah

Di lautan pasar saham yang bergerak dinamis, terkadang terjadi fenomena aneh: harga seperti "terdampar" di sebuah pulau terpencil, terputus dari pergerakan sebelumnya dan sesudahnya. Dalam analisis teknikal, fenomena ini dikenal sebagai Island Gap atau Island Reversal. Island gap adalah salah satu pola reversal paling langka dan paling dramatis. Ia tidak muncul setiap hari, bahkan bisa tidak terlihat berbulan-bulan. Namun, ketika pola ini muncul, dampaknya seringkali luar biasa. Ia menandakan perubahan sentimen yang begitu drastis sehingga pasar "melompat" ke level baru, lalu setelah beberapa saat "melompat" lagi meninggalkan area tersebut—seolah-olah area itu adalah pulau terpencil yang tidak pernah akan disinggahi lagi. Trader yang bisa mengenali island gap memiliki kesempatan untuk menangkap pembalikan besar dengan probabilitas keberhasilan yang sangat tinggi. Apa Itu Island Gap? Island gap...

Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah

Di antara puluhan indikator volume yang tersedia, sebagian besar hanya memperlakukan volume sebagai satu kesatuan: berapa banyak saham yang berpindah tangan. Namun, pendekatan ini memiliki kelemahan mendasar. Volume tidak membedakan apakah transaksi tersebut terjadi karena tekanan beli atau tekanan jual. Klinger Oscillator hadir untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Dikembangkan oleh Stephen Klinger pada akhir 1990-an, indikator ini tidak hanya mengukur volume, tetapi juga membedakan antara volume yang mendorong harga naik dan volume yang mendorong harga turun. Lebih dari itu, Klinger Oscillator juga membandingkan pergerakan volume jangka pendek dengan jangka panjang, mirip seperti cara kerja MACD tetapi dengan volume sebagai bahannya. Apa Itu Klinger Oscillator? Klinger Oscillator adalah indikator volume yang menghitung akumulasi volume berdasarkan arah pergerakan harga, kemudian membandingkan rata-rata jangka pendek dengan rata-rata jangka...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  2. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  3. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  4. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  5. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  6. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  7. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  8. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  9. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  10. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

TradingView Chart - CTBN