Update: Kamis, 30 April 2026

DEFI

PT. Danasupra Erapacific Tbk.

Rp 160
-3.61%
Volume
2.299.921 lot
MA 5
179
MA 20
131
RSI
63.55
High
183
Low
150
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
12.89%
Support (10d)
121
Resistance (10d)
274
Volume Trend (10d)
+303.9%
Score
90
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
70.21 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (63.6)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.064 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DEFI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 63.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 12.89%. Area support terdekat berada di sekitar Rp121, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp274.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 160 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 184 - 200 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 152 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berfokus pada harga, volume, atau momentum. Namun, ada pendekatan lain yang tidak melihat data pasar sama sekali — melainkan melihat kalender. Pendekatan ini disebut Seasonal Pattern atau pola musiman, yang mempelajari kecenderungan pasar pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, bulan, atau bahkan hari. Pola musiman berakar pada keyakinan bahwa perilaku investor tidak sepenuhnya rasional. Faktor-faktor seperti liburan, bonus akhir tahun, hari besar keagamaan, dan perubahan musim dapat memengaruhi sentimen kolektif dan keputusan investasi. Bagi trader yang memahami pola ini, musim dapat memberikan "edge" statistik yang berharga. Karakteristik Seasonal Pattern Seasonal Pattern adalah studi tentang kinerja historis pasar pada periode-periode tertentu yang berulang setiap tahun. Pola ini dapat bersifat global, regional, atau bahkan spesifik untuk satu negara. Jenis-jenis Seasonal Pattern:...

Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah

Dalam analisis teknikal saham, tidak semua pola candlestick memerlukan konfigurasi yang rumit. Ada pola yang sangat sederhana namun memiliki implikasi kuat terhadap arah pasar, yaitu Belt Hold. Pola ini hanya terdiri dari satu candlestick dengan karakteristik unik: harga pembukaan berada tepat di harga tertinggi (untuk versi bearish) atau tepat di harga terendah (untuk versi bullish), diikuti oleh pergerakan searah yang panjang tanpa bayangan di sisi pembukaan. Belt Hold adalah pola pembalikan yang sinyalnya cukup kuat, terutama ketika muncul di akhir tren yang sudah berlangsung lama. Karakteristik Pola Belt Hold Belt Hold memiliki dua versi: Bullish Belt Hold dan Bearish Belt Hold. Meskipun arahnya berlawanan, keduanya memiliki ciri dasar yang sama. 1. Bullish Belt Hold (Pembukaan di Harga Terendah) Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Candlestick berwarna...

Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti

Dalam analisis teknikal, volume adalah salah satu alat paling penting untuk mengonfirmasi pergerakan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi yang justru sebaliknya: volume sangat besar tetapi harga hampir tidak bergerak atau berhenti sama sekali. Kondisi ini dikenal sebagai Stopping Volume. Istilah ini dipopulerkan oleh Richard Wyckoff, salah satu analis teknikal paling berpengaruh di awal abad ke-20. Stopping volume adalah salah satu konsep kunci dalam metodologi Wyckoff untuk mengidentifikasi titik-titik di mana tren sedang kehabisan tenaga dan akan berbalik arah. Karakteristik Stopping Volume Stopping volume adalah kondisi pasar yang sangat spesifik, di mana terjadi lonjakan volume perdagangan yang signifikan namun harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Ciri-ciri spesifiknya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  2. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  3. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  4. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  5. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  6. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  7. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  8. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  9. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  10. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish

TradingView Chart - DEFI