Update: Kamis, 30 April 2026

EXCL

PT. XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.

Rp 2.940
-2.00%
Volume
80.301 lot
MA 5
3.036
MA 20
3.092
RSI
35.90
High
3.020
Low
2.920
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.70%
Support (10d)
2.920
Resistance (10d)
3.280
Volume Trend (10d)
-59.0%
Score
15
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
4.26 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (35.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.987 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham EXCL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.920, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.280.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.774 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya

Dalam analisis teknikal saham, Elliott Wave Theory mengajarkan bahwa pergerakan harga bergerak dalam pola 5 gelombang impulsif (1,2,3,4,5) dan 3 gelombang korektif (A,B,C). Namun, terkadang salah satu dari gelombang impulsif tersebut – baik wave 1, wave 3, atau wave 5 – memiliki panjang yang jauh lebih besar dibandingkan dua gelombang impulsif lainnya. Fenomena ini disebut Extended Wave (Gelombang Memanjang). Extended wave adalah konsep penting dalam Elliott Wave karena mempengaruhi cara Anda menghitung gelombang, memproyeksikan target harga, dan menentukan titik entry dan exit. Memahami extended wave akan membantu Anda tidak salah mengidentifikasi struktur gelombang, terutama ketika satu gelombang terlihat "terlalu panjang" dibandingkan yang lain. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang extended wave, mulai dari jenis-jenisnya, karakteristik, aturan yang berlaku, cara mengidentifikasinya, hingga implikasinya dalam...

Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati

Dalam analisis teknikal, banyak indikator yang hanya berfokus pada harga, mengabaikan volume sebagai komponen penting. Padahal, volume adalah "bahan bakar" di balik pergerakan harga. Sebuah pergerakan naik tanpa volume yang cukup mungkin hanya ilusi, sementara pergerakan naik dengan volume besar adalah sinyal kekuatan sejati. Di sinilah Force Index berperan. Dikembangkan oleh Dr. Alexander Elder (sosok yang sama di balik Elder Ray Index), Force Index adalah indikator yang menggabungkan tiga elemen penting: arah pergerakan harga, jarak pergerakan, dan volume. Dengan menggabungkan ketiganya, Force Index memberikan gambaran tentang "kekuatan sejati" dari sebuah pergerakan harga. Karakteristik Force Index Force Index adalah indikator osilator yang mengukur kekuatan di balik pergerakan harga. Semakin besar perubahan harga dan semakin tinggi volume, semakin besar nilai Force Index. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai...

Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, tidak semua pola dirancang untuk menangkap pembalikan harga. Beberapa pola justru dirancang untuk menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan terus berlanjut. Salah satu pola continuation paling andal dalam kondisi bearish adalah Falling Three Methods (Tiga Metode Turun). Pola ini mungkin terlihat membingungkan—mengapa setelah turun tiba-tiba naik? Namun, justru "naik" sementara inilah yang menjadi jebakan bagi trader yang tidak waspada. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Falling Three Methods, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan untuk melindungi modal dan memanfaatkan tren turun. Apa Itu Falling Three Methods? Falling Three Methods adalah pola continuation bearish (kelanjutan tren turun) yang terdiri dari lima candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola tiga candlestick...

Artikel menarik lainnya:

  1. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  2. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  3. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  4. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  5. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  6. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  7. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  8. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  9. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  10. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal

TradingView Chart - EXCL