Update: Kamis, 30 April 2026

FOOD

PT. Sentra Food Indonesia Tbk.

Rp 186
-3.63%
Volume
293 lot
MA 5
192
MA 20
196
RSI
38.00
High
193
Low
186
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.45%
Support (10d)
186
Resistance (10d)
206
Volume Trend (10d)
+10.3%
Score
20
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-33.57 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (38.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham FOOD saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp186, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp206.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 177 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal

Dalam dunia analisis teknikal, ada satu alat yang terlihat seperti "sihir" bagi sebagian orang. Ia mampu memprediksi level support dan resistance dengan akurasi yang mengejutkan, padahal hanya berdasarkan sebuah deret angka yang ditemukan seorang matematikawan Italia pada abad ke-13. Alat itu adalah Fibonacci Retracement. Dari sekian banyak alat berbasis Fibonacci, retracement adalah yang paling populer. Ia digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial di mana harga akan berbalik atau pullback dalam sebuah tren. Level-level kuncinya adalah 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% – angka-angka yang konon muncul berulang kali di alam, seni, arsitektur, hingga pasar keuangan. Sekilas tentang Deret Fibonacci Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia, memperkenalkan deret angka yang kemudian dikenal sebagai Deret Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,...

Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar

Dalam analisis teknikal, kebanyakan trader percaya bahwa volume besar harus diikuti pergerakan harga yang besar. Jika volume membeludak, seharusnya harga naik atau turun secara signifikan. Namun, ada satu fenomena yang membalik logika ini: Absorption. Absorption adalah kondisi di mana terjadi volume yang sangat besar, tetapi harga hampir tidak bergerak. Ini adalah salah satu sinyal paling kuat dalam analisis teknikal lanjutan, khususnya dalam VSA (Volume Spread Analysis) dan order flow trading. Absorption mengindikasikan bahwa pemain besar (smart money) sedang aktif — mereka menyerap semua order yang masuk tanpa membiarkan harga bergerak. Apa Itu Absorption? Absorption adalah situasi di mana volume perdagangan sangat tinggi, tetapi spread (rentang harga high-low) sangat sempit dan harga penutupan (close) berada di tengah-tengah range atau tidak menunjukkan pergerakan berarti. Filosofi dasar...

Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang

Dalam analisa teknikal saham, Spinning Top adalah representasi sempurna dari keseimbangan kekuatan atau indecision. Memahami pola ini sama pentingnya dengan memahami pola reversal, karena Spinning Top sering menjadi "penanda" bahwa perubahan besar akan segera terjadi. Apa Itu Spinning Top? Secara visual, Spinning Top memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Tubuh (real body) Kecil (baik hijau maupun merah) Sumbu atas (upper shadow) Panjang (minimal 2x panjang tubuh) Sumbu bawah (lower shadow) Panjang (minimal 2x panjang tubuh) Bentuk keseluruhan Simetris, seperti gasing yang berputar Nama lain: Spinning Top juga dikenal sebagai "High Wave" jika sumbu sangat panjang, atau "Neutral Doji" jika tubuh hampir tidak ada. Perbedaan utama dengan Doji: Doji: Tubuh hampir tidak ada (open ≈ close). Spinning Top: Tubuh kecil tapi jelas ada (open dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  2. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  3. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  4. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  5. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  6. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  7. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  8. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  9. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  10. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish

TradingView Chart - FOOD