Update: Kamis, 30 April 2026

GLVA

PT. Galva Technologies Tbk.

Rp 340
-1.73%
Volume
62 lot
MA 5
340
MA 20
337
RSI
58.97
High
346
Low
330
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.81%
Support (10d)
330
Resistance (10d)
358
Volume Trend (10d)
-69.3%
Score
60
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
1.80 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (59.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GLVA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 59.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp330, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp358.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 347 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 374 - 391 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 316 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar trader lebih fokus mencari sinyal beli. Akibatnya, sinyal jual yang justru melindungi modal sering diabaikan. Salah satu pola jual yang paling tegas namun jarang dipahami dengan baik adalah Stalled Pattern. Pola tiga candlestick ini merupakan "versi ekstrem" dari Advance Block. Jika Anda melihat Stalled Pattern di akhir tren naik yang panjang, bersiaplah karena harga berpotensi mengalami koreksi tajam. Apa Itu Stalled Pattern? Stalled Pattern adalah formasi tiga candlestick bullish (hijau) yang muncul setelah uptrend yang kuat. Namanya mencerminkan kondisi sebenarnya: harga seperti "tersendat" atau mogok di tengah jalan meskipun secara visual candlestick masih berwarna hijau. Sinyal yang diberikan adalah pembalikan bearish yang lebih kuat dibandingkan Advance Block. Pola ini memberi tahu bahwa pembeli sudah benar-benar kehabisan tenaga. Karakteristik...

Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, pola gap (celah) seringkali menjadi area yang penuh makna. Ketika sebuah gap muncul, ia menceritakan sebuah cerita tentang sentimen pasar yang kuat. Namun, bagaimana jika gap tersebut "dijembatani" oleh candlestick berikutnya? Pola itulah yang dikenal sebagai Tasuki Gap. Nama "Tasuki" berasal dari bahasa Jepang yang berarti "tali pengikat" atau "pita penghubung". Sesuai namanya, pola ini menggambarkan bagaimana sebuah candlestick "menjembatani" gap yang terbentuk sebelumnya, menegaskan bahwa tren akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Tasuki Gap (Up dan Down), cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Tasuki Gap? Tasuki Gap adalah pola tiga candlestick yang menandakan kelanjutan tren (continuation). Pola ini terbentuk ketika sebuah gap (celah) muncul di antara...

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  2. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  3. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  4. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  5. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  6. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  7. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  8. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  9. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  10. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

TradingView Chart - GLVA