Update: Kamis, 30 April 2026

HELI

PT. Jaya Trishindo Tbk.

Rp 196
-1.51%
Volume
7.789 lot
MA 5
196
MA 20
197
RSI
52.78
High
199
Low
192
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.15%
Support (10d)
189
Resistance (10d)
244
Volume Trend (10d)
-14.2%
Score
25
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-2.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -20 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HELI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp189, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp244.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 180 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

Dalam analisis teknikal candlestick, kebanyakan trader lebih fokus mencari sinyal pembalikan (reversal). Mereka ingin tahu kapan harga akan berbalik arah. Namun, ada kalanya justru sinyal kelanjutan (continuation) yang lebih berharga, karena memungkinkan trader ikut mengendarai tren yang sudah berjalan. Salah satu pola kelanjutan bearish yang paling menarik namun jarang dibahas adalah Downside Gap Three Methods. Pola multi candlestick ini adalah "saudara" dari Upside Gap Two Crows, tapi dengan cerita yang berbeda. Mari kita bedah. Apa Itu Downside Gap Three Methods? Downside Gap Three Methods adalah pola kelanjutan bearish (bearish continuation) yang terdiri dari empat candlestick dan muncul setelah downtrend yang sudah berlangsung. Namanya cukup deskriptif: Downside: mengarah ke bawah (bearish) Gap: ada celah harga Three Methods: tiga metode/candlestick tambahan setelah gap Pola ini menceritakan...

Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"

Dalam analisis teknikal saham, ada indikator yang dinamai sesuai dengan hewan buas yang dikenal dengan kesabarannya dalam berburu – Alligator (Buaya). Indikator ini dikembangkan oleh Bill Williams, seorang trader legendaris yang juga menciptakan indikator lain seperti Awesome Oscillator dan Fractals. Alligator adalah indikator yang dirancang untuk membantu trader mengidentifikasi apakah pasar sedang "tidur" (sideways/ konsolidasi) atau "bangun" (trending/ bergerak). Konsepnya sederhana: seekor buaya yang tidur (garis-garis menyempit) akan segera bangun dan membuka mulutnya lebar-lebar (garis-garis melebar) untuk berburu korbannya – dalam hal ini, pergerakan harga yang kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang indikator Alligator, mulai dari filosofi di baliknya, komponen garis-garis, cara membaca fase tidur dan bangun, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Indikator Alligator? Alligator adalah indikator teknikal yang terdiri...

Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu

Dalam dunia analisis teknikal, hampir semua chart yang Anda kenal memiliki satu kesamaan: sumbu waktu. Chart candlestick, bar chart, line chart – semuanya menempatkan waktu sebagai komponen fundamental. Setiap candle mewakili periode waktu tertentu: 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu. Namun, ada satu jenis chart yang membuang konsep waktu sepenuhnya. Ia tidak peduli apakah harga bergerak dalam 1 menit atau 1 bulan. Yang ia pedulikan hanyalah seberapa besar harga bergerak. Chart itu adalah Renko Chart, juga dikenal sebagai pola bata (brick chart). Renko berasal dari kata Jepang "renga" yang berarti bata. Dan memang, chart ini terdiri dari deretan "bata" yang tersusun rapi, masing-masing mewakili pergerakan harga dengan ukuran tetap. Apa Itu Renko Chart? Renko Chart adalah jenis chart yang dibangun berdasarkan pergerakan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  2. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  3. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  4. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  5. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  6. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  7. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  8. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  9. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  10. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold

TradingView Chart - HELI