Update: Kamis, 30 April 2026

KICI

PT. Kedaung Indah Can Tbk

Rp 218
-2.68%
Volume
8.256 lot
MA 5
224
MA 20
216
RSI
55.56
High
226
Low
216
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.54%
Support (10d)
191
Resistance (10d)
370
Volume Trend (10d)
+8,182.2%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
23.86 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KICI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.54%. Area support terdekat berada di sekitar Rp191, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp370.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 218 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 251 - 273 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 207 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands (berbasis standar deviasi) dan Keltner Channel (berbasis ATR), kini saatnya mengenal channel yang paling sederhana namun sangat powerful untuk menangkap breakout: Donchian Channel. Donchian Channel dikembangkan oleh Richard Donchian, seorang trader legendaris yang dianggap sebagai "Bapak Trend Following". Donchian Channel adalah salah satu indikator tertua dalam analisis teknikal, digunakan sejak tahun 1940-an. Indikator ini menjadi fondasi dari banyak sistem trading trend following terkenal, termasuk sistem "Turtle Trading" yang legendaris. Keunikan Donchian Channel adalah ia tidak menghitung rata-rata atau deviasi – ia hanya mencatat harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu. Hasilnya adalah channel yang sangat responsif terhadap pergerakan harga, namun tetap memberikan level support/resistance yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Donchian Channel, mulai...

Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu

Dalam dunia analisis teknikal, hampir semua chart yang Anda kenal memiliki satu kesamaan: sumbu waktu. Chart candlestick, bar chart, line chart – semuanya menempatkan waktu sebagai komponen fundamental. Setiap candle mewakili periode waktu tertentu: 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu. Namun, ada satu jenis chart yang membuang konsep waktu sepenuhnya. Ia tidak peduli apakah harga bergerak dalam 1 menit atau 1 bulan. Yang ia pedulikan hanyalah seberapa besar harga bergerak. Chart itu adalah Renko Chart, juga dikenal sebagai pola bata (brick chart). Renko berasal dari kata Jepang "renga" yang berarti bata. Dan memang, chart ini terdiri dari deretan "bata" yang tersusun rapi, masing-masing mewakili pergerakan harga dengan ukuran tetap. Apa Itu Renko Chart? Renko Chart adalah jenis chart yang dibangun berdasarkan pergerakan...

The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance

Dalam analisis teknikal, terutama dalam metodologi Wyckoff, terdapat sebuah pola yang merupakan kebalikan dari The Spring Pattern. Pola ini disebut The Upthrust (atau Upthrust Pattern). Upthrust adalah pergerakan harga yang naik sejenak di atas level resistance yang tampak jelas—menciptakan euforia di antara trader yang berpikir bahwa resistance telah ditembus—hanya untuk segera berbalik arah dan turun tajam kembali di bawah level resistance tersebut. Nama "Upthrust" menggambarkan dorongan ke atas yang gagal, seperti tombak yang diayunkan ke atas tetapi tidak dapat menembus langit-langit. Bagi trader yang memahami pola ini, Upthrust adalah kesempatan untuk menjual (atau short) di area resistance yang sudah teruji, seringkali dengan stop loss yang sangat dekat. Karakteristik The Upthrust Pattern The Upthrust adalah pola reversal bearish yang terjadi di area resistance. Harga untuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  2. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  3. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  4. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  5. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  6. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  7. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  8. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  9. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  10. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

TradingView Chart - KICI