Update: Kamis, 30 April 2026

KREN

PT. Quantum Clovera Investama Tbk.

Rp 18
-5.26%
Volume
219.849 lot
MA 5
18
MA 20
16
RSI
66.67
High
19
Low
18
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.04%
Support (10d)
15
Resistance (10d)
20
Volume Trend (10d)
+111.7%
Score
65
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
12.50 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.7)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KREN saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp15, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp20.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 18 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 20 - 21 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 17 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan

Dalam perjalanan tren turun yang panjang, seringkali kita melihat candlestick-candlestick besar berwarna hitam yang mengintimidasi. Namun, ketika tren mulai kehabisan napas, muncullah candlestick-candlestick kecil yang mungkin terlihat tidak berarti. Salah satu pola yang memanfaatkan fenomena ini adalah Pipe Bottom. Pola sederhana namun kuat ini terbentuk dari candlestick kecil di akhir downtrend dan dapat menjadi sinyal awal pembalikan bullish. Bagi trader yang jeli, Pipe Bottom adalah "pipa" yang menghubungkan fase penurunan dengan fase pemulihan. Karakteristik Pola Pipe Bottom Pipe Bottom (dasar pipa) adalah pola yang terbentuk dalam konteks tren turun, dengan ciri utama adanya candlestick kecil (atau beberapa candlestick kecil) di level bottom. Nama "Pipe" diambil dari bentuk visualnya yang menyerupai pipa — sebuah batang kecil vertikal (candlestick kecil) yang menjadi fondasi di dasar penurunan....

Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)

Dalam analisis teknikal saham, kita sering mendengar istilah "trend is your friend". Namun, tidak semua tren berjalan mulus. Terkadang pasar berhenti sejenak, seolah-olah sedang "berpikir" atau "mempertimbangkan" langkah selanjutnya. Pola candlestick yang merepresentasikan kondisi ini dengan sangat baik adalah Deliberation. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu pola Deliberation, bagaimana mengenalinya, serta bagaimana memanfaatkannya untuk mengambil keputusan trading yang lebih bijak. Apa Itu Pola Deliberation? Deliberation (dari kata deliberate = mempertimbangkan dengan saksama) adalah pola tiga candlestick yang terbentuk di tengah tren naik yang sudah berjalan. Pola ini menunjukkan bahwa momentum bullish mulai melemah dan pasar sedang memasuki fase "keraguan" atau "kejenuhan sementara". Secara visual, Deliberation adalah versi ekstrem dari pola Side-by-Side White Lines yang telah kita bahas sebelumnya. Perbedaan utamanya terletak pada...

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  2. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  3. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  4. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  5. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  6. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  7. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  8. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  9. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  10. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu

TradingView Chart - KREN