Update: Kamis, 30 April 2026

KRYA

PT. Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk.

Rp 73
-3.95%
Volume
364.294 lot
MA 5
76
MA 20
71
RSI
60.49
High
77
Low
69
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.87%
Support (10d)
69
Resistance (10d)
105
Volume Trend (10d)
+102.2%
Score
75
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
25.86 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 11.133 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KRYA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.87%. Area support terdekat berada di sekitar Rp69, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp105.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 73 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 84 - 91 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 69 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren

Dalam analisis teknikal, candlestick standar (Japanese candlestick) adalah alat yang sangat populer. Namun, ia memiliki satu kelemahan signifikan: noise. Fluktuasi harga harian seringkali menghasilkan candlestick yang berantakan, dengan bayangan panjang dan tubuh pendek yang sulit diinterpretasikan. Seorang trader Jepang (yang namanya tidak tercatat dalam sejarah) mengembangkan solusi untuk masalah ini. Ia menciptakan versi modifikasi dari candlestick yang disebut Heikin Ashi. Nama "Heikin Ashi" berasal dari bahasa Jepang: "Heikin" berarti rata-rata, dan "Ashi" berarti kaki atau batang (candlestick). Jadi, Heikin Ashi adalah candlestick rata-rata. Ia menghaluskan harga dengan cara yang cerdas, menghasilkan chart yang jauh lebih bersih dan tren yang jauh lebih mudah dibaca. Apa Itu Heikin Ashi? Heikin Ashi adalah teknik memodifikasi candlestick dengan menghitung nilai rata-rata dari harga open, high, low, dan close...

Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola konsolidasi terbentuk dengan amplitudo yang semakin mengecil (menyempit) – seperti segitiga simetris, wedge, atau flag. Namun, ada satu pola yang justru sebaliknya: amplitudonya semakin melebar. Pola itu adalah Broadening Formation, yang juga dikenal sebagai Megaphone Pattern (pola corong) karena bentuknya yang menyerupai corong atau megafon yang melebar ke kanan. Broadening Formation adalah pola yang mencerminkan ketidakpastian pasar yang ekstrem, perbedaan pendapat yang tajam antara pembeli dan penjual, serta volatilitas yang meningkat. Pola ini cukup jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia memberikan sinyal yang unik tentang perdebatan sengit di pasar. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Broadening Formation (Megaphone), mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Broadening Formation...

Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berusaha mengukur harga, momentum, atau volume. Namun, Bill Williams — psikolog, trader, dan penulis buku "Trading Chaos" — mengambil pendekatan yang berbeda. Ia menggunakan analogi alam untuk menjelaskan perilaku pasar. Salah satu kontribusinya yang paling unik adalah Alligator dan turunannya, Gator Oscillator. Gator Oscillator adalah indikator yang diturunkan dari Alligator. Jika Alligator menunjukkan kapan pasar sedang "tidur" (konsolidasi) atau "makan" (tren), maka Gator Oscillator mengukur "nafsu makan" alligator tersebut — seberapa besar mulutnya terbuka atau tertutup. Bagi trader yang ingin mengidentifikasi siklus konsolidasi dan tren secara visual, Gator Oscillator adalah alat yang unik dan intuitif. Karakteristik Gator Oscillator Gator Oscillator adalah indikator osilator yang menggambarkan selisih antara garis-garis pada Alligator (Rahang, Gigi, dan Bibir). Hasilnya adalah histogram batang...

Artikel menarik lainnya:

  1. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  2. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  3. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  4. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  5. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  6. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  7. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  8. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  9. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  10. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal

TradingView Chart - KRYA