Update: Kamis, 30 April 2026

LPKR

PT. Lippo Karawaci Tbk.

Rp 82
-2.38%
Volume
617.942 lot
MA 5
83
MA 20
85
RSI
45.16
High
86
Low
80
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.00%
Support (10d)
80
Resistance (10d)
94
Volume Trend (10d)
-38.1%
Score
15
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-4.65 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (45.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -75.052 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LPKR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp80, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp94.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 76 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai pola segitiga, kini saatnya mengenal pola yang bentuknya mirip tetapi memiliki implikasi yang sangat berbeda: Rising Wedge atau Wedge Naik. Rising Wedge adalah salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula. Secara visual, pola ini terlihat bullish karena garis-garisnya miring ke atas. Namun, dalam konteks tertentu, Rising Wedge justru merupakan pola bearish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren turun akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Rising Wedge? Rising Wedge adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang sama-sama miring ke atas,...

Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola didasarkan pada bentuk visual dan psikologi pasar. Namun, ada sebuah keluarga pola yang berbeda: pola Harmonic. Di antara pola harmonic yang paling terkenal dan menjadi dasar bagi pola-pola lainnya adalah pola Gartley. Pola Gartley pertama kali diperkenalkan oleh H.M. Gartley dalam bukunya "Profits in the Stock Market" pada tahun 1935. Pola ini menggunakan rasio Fibonacci untuk mengidentifikasi titik-titik pembalikan harga dengan presisi tinggi. Pola Gartley dianggap sebagai "induk" dari pola harmonic lainnya seperti Butterfly, Bat, dan Crab. Pola ini cukup kompleks dibandingkan pola candlestick biasa, tetapi ketika dipahami dan diterapkan dengan benar, ia mampu memberikan sinyal pembalikan yang sangat akurat dengan titik entry, stop loss, dan target yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola...

Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish

Dalam analisis teknikal saham, pola segitiga (triangle patterns) adalah salah satu formasi yang paling sering ditemui. Di antara ketiga jenis segitiga – ascending, descending, dan symmetrical – Ascending Triangle adalah yang paling bullish. Ascending Triangle adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang paling optimis. Ia terbentuk di tengah tren naik dan menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, harga kemungkinan besar akan melanjutkan kenaikannya. Pola ini sangat dicari oleh trader karena memberikan sinyal beli yang cukup akurat dengan target harga yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Ascending Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Ascending Triangle? Ascending Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline: Garis resistance horizontal...

Artikel menarik lainnya:

  1. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  2. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  3. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  4. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  5. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  6. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  7. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  8. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  9. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  10. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik

TradingView Chart - LPKR