Update: Kamis, 30 April 2026

MAIN

PT. Malindo Feedmill Tbk.

Rp 855
-14.50%
Volume
192.421 lot
MA 5
975
MA 20
1.008
RSI
27.38
High
1.000
Low
850
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.57%
Support (10d)
850
Resistance (10d)
1.105
Volume Trend (10d)
+13.2%
Score
70
Win Rate (30d)
60 %
P/L (30d)
1.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.4) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.239 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAIN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp850, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.105.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 872 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 941 - 983 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 795 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator momentum yang paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu RSI (Relative Strength Index). RSI dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti ADX dan Parabolic SAR. RSI dirancang untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga, membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual), serta potensi pembalikan harga melalui divergence. RSI adalah indikator yang sangat serbaguna. Namun, banyak trader hanya menggunakan RSI untuk melihat overbought/oversold – padahal RSI memiliki kemampuan yang jauh lebih dalam: divergence, hidden divergence, dan bahkan analisis support/resistance pada garis RSI itu sendiri. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang RSI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi dasar (overbought/oversold), divergence klasik, hidden divergence (yang...

In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick dua hari sering menjadi favorit trader karena kesederhanaannya. Namun, tidak semua pola dua hari memiliki kekuatan sinyal yang sama. Salah satu pola yang tergolong "lembut" dan membutuhkan konfirmasi ekstra adalah In-Neck Line. Pola ini sering dianggap sebagai "adik" dari On-Neck Line dan Piercing Line. Meskipun termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), sinyal yang dihasilkan In-Neck Line tidak sekuat kedua saudaranya. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan konfirmasi tambahan, pola ini tetap dapat dimanfaatkan untuk membaca peluang trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola In-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, perbedaannya dengan pola serupa, serta cara memanfaatkannya dengan bijak. Apa Itu Pola In-Neck Line? In-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin...

Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume

Dalam analisis teknikal saham, RSI (Relative Strength Index) adalah salah satu indikator momentum paling populer. Namun, RSI memiliki satu "kekurangan": ia hanya memperhitungkan harga, tidak memperhitungkan volume. Padahal, volume adalah konfirmasi penting dalam analisis teknikal. Solusinya adalah Money Flow Index (MFI) – indikator yang bisa dianggap sebagai "RSI yang berbobot volume". MFI menggabungkan konsep RSI dengan volume, menghasilkan indikator yang lebih akurat dalam mengidentifikasi overbought, oversold, dan divergence. MFI dikembangkan oleh Gene Quong dan Avrum Soudack. Indikator ini sering disebut sebagai "Volume-Weighted RSI" karena perhitungannya yang mirip dengan RSI, tetapi menggunakan "typical price" dan "money flow" (aliran uang) yang memperhitungkan volume. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Money Flow Index (MFI), mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan RSI, interpretasi overbought/oversold, divergence (yang sangat...

Artikel menarik lainnya:

  1. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  2. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  3. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  4. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  5. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  6. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  7. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  8. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  9. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  10. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

TradingView Chart - MAIN