Update: Kamis, 30 April 2026

MTEL

PT. Dayamitra Telekomunikasi Tbk.

Rp 515
0.00%
Volume
68.706 lot
MA 5
518
MA 20
525
RSI
37.50
High
515
Low
505
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.98%
Support (10d)
500
Resistance (10d)
555
Volume Trend (10d)
+35.6%
Score
15
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
1.98 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10.058 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MTEL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp555.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 475 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas

Dalam analisis teknikal candlestick, Steve Nison adalah tokoh yang memperkenalkan seni membaca candlestick Jepang ke dunia Barat. Salah satu kontribusinya yang paling penting adalah klasifikasi tentang gap (celah harga). Selain tiga jenis gap utama yang dikenal secara luas—Breakaway Gap, Runaway Gap, dan Exhaustion Gap—Nison juga mengidentifikasi beberapa pola gap tambahan yang memiliki karakteristik dan implikasi tersendiri. Artikel ini akan membahas tiga jenis gap tambahan dari perspektif Steve Nison: Side-by-Side Gap, Up Gap Tasuki, dan Down Gap Tasuki. Ketiga pola ini sering luput dari perhatian trader pemula, padahal dapat menjadi sinyal yang sangat berguna untuk mengonfirmasi tren atau mengidentifikasi potensi pembalikan. Mengapa Gap Itu Penting? Sebelum membahas ketiga pola tambahan, mari kita pahami mengapa gap begitu penting dalam analisis candlestick. Gap terjadi ketika harga pembukaan...

The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands

Dalam analisis teknikal, Bollinger Bands adalah salah satu indikator volatilitas paling populer. Namun, selain fungsi standarnya (mengidentifikasi overbought/oversold), ada pola spesifik yang dinamai oleh komunitas trader: The Slingshot Pattern (atau sering disebut "Bollinger Bands Squeeze and Expansion" atau "The Squeeze Pattern"). Slingshot Pattern adalah pola di mana Bollinger Bands menyempit drastis (squeeze), menandakan periode volatilitas rendah, kemudian harga "melompat" keluar dari bands dengan kekuatan besar—seperti batu yang diumpankan ke ketapel (slingshot) lalu dilepaskan. Pola ini sangat populer karena memberikan sinyal breakout yang jelas dan seringkali sangat akurat. Karakteristik The Slingshot Pattern Slingshot Pattern terdiri dari tiga fase utama: kompresi (squeeze), ekspansi (expansion), dan follow-through. Pola ini memanfaatkan sifat Bollinger Bands yang menyempit saat volatilitas rendah dan melebar saat volatilitas tinggi. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai...

Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, sebagian besar pola dua candlestick hanya melibatkan... ya, dua candlestick. Namun, ada satu pola unik yang namanya merujuk pada tiga candlestick tetapi tetap dikategorikan sebagai pola dua candlestick karena esensi perbandingannya antara candle pertama dan ketiga. Pola itu adalah Stick Sandwich. Pola ini mendapat namanya dari bentuknya yang menyerupai roti lapis (sandwich)—dua candlestick di "luar" memiliki warna yang sama, sementara candlestick di "tengah" memiliki warna berlawanan, seperti isi sandwich. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Stick Sandwich, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Stick Sandwich? Stick Sandwich adalah pola reversal (pembalikan) yang terdiri dari tiga candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola dua candlestick karena fokus utamanya adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  2. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  3. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  4. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  5. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  6. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  7. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  8. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  9. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  10. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham

TradingView Chart - MTEL