Update: Kamis, 30 April 2026

MYOR

PT. Mayora Indah Tbk.

Rp 1.705
-4.21%
Volume
233.630 lot
MA 5
1.788
MA 20
1.850
RSI
27.06
High
1.770
Low
1.705
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.78%
Support (10d)
1.705
Resistance (10d)
1.920
Volume Trend (10d)
+43.6%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-8.09 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.1) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6.873 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MYOR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.78%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.705, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.920.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.705, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal

Dalam dunia analisis teknikal, nama W.D. Gann mungkin adalah salah satu yang paling kontroversial sekaligus paling dihormati. Gann adalah seorang trader legendaris dari awal abad ke-20 yang dikenal karena kemampuannya memprediksi pergerakan pasar dengan akurasi luar biasa. Ia percaya bahwa pasar bergerak dalam pola geometris yang dapat diprediksi dan bahwa terdapat hubungan matematis yang erat antara harga dan waktu. Salah satu kontribusi Gann yang paling terkenal adalah Gann Square of 9 (atau sering disebut Gann Wheel). Alat ini adalah perwujudan dari filosofi Gann yang paling esensial: "Ketika waktu habis, harga akan berbalik." Bagi trader yang ingin memahami hubungan dinamis antara dua dimensi pasar ini, Square of 9 adalah alat yang unik dan mendalam. Karakteristik Gann Square of 9 Gann Square of 9 bukanlah indikator...

Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun

Setelah mempelajari Harami Bullish sebagai sinyal pelemahan tren turun, kini saatnya memahami sisi sebaliknya: Harami Bearish. Jika Harami Bullish diibaratkan sebagai kehamilan yang melahirkan tren naik, maka Harami Bearish adalah kehamilan yang melahirkan tren turun. Pola ini termasuk dalam keluarga candlestick Jepang dengan nama yang unik—Harami yang berarti "hamil" atau "mengandung". Dinamakan demikian karena bentuknya yang menggambarkan sebuah candlestick kecil yang "tersembunyi" di dalam tubuh candlestick besar sebelumnya, seperti seorang ibu yang mengandung bayi. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Harami Bearish—pola dua candlestick yang menandakan potensi pembalikan harga dari naik menjadi turun, namun dengan cara yang lebih lembut dibandingkan Bearish Engulfing. Apa Itu Pola Harami Bearish? Harami Bearish adalah pola dua candlestick yang menandakan potensi pembalikan arah dari bullish (naik) menjadi bearish...

Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley dan Bat, kini saatnya mengenal pola harmonic yang ketiga: pola Butterfly atau pola Kupu-Kupu. Pola Butterfly ditemukan dan dipopulerkan oleh Bryce Gilmore dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Larry Pesavento dan Scott Carney. Pola ini dinamakan "Butterfly" (kupu-kupu) karena bentuknya yang simetris menyerupai sayap kupu-kupu yang terbentang. Yang membedakan Butterfly dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di luar titik X (bukan di antara X dan A seperti pada Gartley dan Bat). Titik D pada pola Butterfly berada di level 127.2% dari XA, artinya harga bergerak melampaui titik awal pola. Inilah yang membuat pola ini sangat menarik sekaligus berisiko. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Butterfly (baik bullish...

Artikel menarik lainnya:

  1. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  2. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  3. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  4. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  5. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  6. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  7. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  8. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  9. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  10. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda

TradingView Chart - MYOR