Update: Kamis, 30 April 2026

NICK

PT. Charnic Capital Tbk.

Rp 1.220
+2.52%
Volume
49 lot
MA 5
1.207
MA 20
1.255
RSI
28.77
High
1.220
Low
1.180
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.29%
Support (10d)
1.180
Resistance (10d)
1.310
Volume Trend (10d)
-80.4%
Score
75
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
8.44 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (28.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 13 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NICK saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.29%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.180, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.310.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.220 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.403 - 1.525 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.159 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berusaha mengikuti tren — mengidentifikasi arah, kekuatan, dan momentum pergerakan harga. Namun, ada satu indikator yang melakukan kebalikannya: Detrended Price Oscillator (DPO). Indikator ini justru menghilangkan tren dari harga sehingga Anda dapat melihat siklus dan osilasi yang tersembunyi di balik tren utama. Dikembangkan oleh analis teknikal terkenal, Walter Bressert, DPO membantu trader mengidentifikasi siklus pasar (cycle) dengan menghilangkan komponen tren jangka panjang. Bagi trader yang percaya bahwa pasar bergerak dalam siklus yang berulang, DPO adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Detrended Price Oscillator (DPO) DPO adalah indikator osilator yang menghitung selisih antara harga dengan moving average yang telah digeser (shifted). Dengan menggeser moving average ke masa lalu, DPO menghilangkan tren jangka panjang dan menyisakan komponen siklus. Ciri-ciri spesifiknya...

Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham

Dalam dunia analisa teknikal saham, pola candlestick adalah salah satu alat paling populer untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Dari sekian banyak pola yang ada, pola dua candlestick sering menjadi favorit karena kemudahan membacanya. Salah satu pola yang paling kuat dan cukup sering muncul adalah Tweezer Top. Apa itu Tweezer Top, bagaimana cara mengidentifikasinya, dan bagaimana strategi terbaik untuk meresponsnya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. Apa Itu Pola Tweezer Top? Secara sederhana, Tweezer Top adalah pola candlestick bearish reversal (pembalik penurunan) yang terbentuk di puncak tren naik. Pola ini terdiri dari dua candlestick dengan sumbu atas (upper shadow) yang panjang dan kurang lebih berada di level harga yang sama. Nama "Tweezer" (penjepit) diambil dari bentuk visualnya yang mirip dengan dua ujung penjepit...

Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick adalah salah satu alat paling populer untuk memprediksi pergerakan harga. Di antara ratusan pola yang ada, Side-by-Side White Lines tergolong unik dan jarang dibahas, padahal memiliki sinyal yang cukup kuat, terutama dalam kondisi tren naik. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu pola Side-by-Side White Lines, bagaimana cara mengidentifikasinya, serta bagaimana memanfaatkannya untuk mengambil keputusan trading. Apa Itu Side-by-Side White Lines? Side-by-Side White Lines adalah pola tiga candlestick yang terdiri dari: Candlestick pertama: Sebuah long white candle (candle hijau/putih dengan badan panjang) yang muncul di tengah tren naik yang kuat. Candle ini menandakan adanya tekanan beli yang dominan. Candlestick kedua: Sebuah short white candle (candle putih kecil) yang terbentuk tepat di atas harga penutupan (closing price)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  2. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  3. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  4. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  5. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  6. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  7. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  8. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  9. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  10. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

TradingView Chart - NICK