Update: Kamis, 30 April 2026

ROCK

PT. Rockfields Properti Indonesia Tbk.

Rp 2.540
-0.78%
Volume
359 lot
MA 5
2.560
MA 20
2.596
RSI
29.90
High
2.610
Low
2.300
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
7.27%
Support (10d)
2.300
Resistance (10d)
3.000
Volume Trend (10d)
-72.7%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
40.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.9) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 65 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ROCK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.27%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.300, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.000.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 3.000 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 3.300, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 2.300 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader fokus pada harga dan volume. Mereka bertanya: "Di mana support dan resistance?" atau "Seberapa besar volume hari ini?" Namun, ada pertanyaan mendasar yang jarang diajukan: Kapan? Kapan harga cenderung naik? Kapan cenderung turun? Apakah ada pola waktu yang berulang? Inilah ranah Time Cycles (Siklus Waktu). Time Cycles adalah studi tentang pola-pola periodik dalam pergerakan harga yang terkait dengan waktu. Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa perilaku manusia (termasuk trading) bersifat siklus dan berulang. Apa Itu Time Cycles? Time Cycles adalah metode analisis teknikal yang mempelajari pola-pola berulang dalam pergerakan harga berdasarkan interval waktu tertentu. Alih-alih bertanya "di mana harga akan pergi?", Time Cycles bertanya "kapan harga cenderung bergerak?" Filosofi dasar Time Cycles: Perilaku pasar tidak acak, tetapi mengikuti...

Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish

Dalam dunia trading saham, kemampuan mendeteksi titik balik harga dari turun menjadi naik adalah keterampilan yang sangat berharga. Salah satu pola candlestick yang paling andal untuk itu adalah Piercing Pattern. Pola dua candlestick ini sering dianggap sebagai "kembaran bullish" dari Dark Cloud Cover, namun dengan karakteristik dan psikologi yang unik. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Piercing Pattern, bagaimana cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan akurasi entry Anda. Apa Itu Piercing Pattern? Piercing Pattern (pola menusuk) adalah formasi pembalikan bullish (dari turun ke naik) yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend). Pola ini terdiri dari dua candlestick dengan karakteristik sebagai berikut: Candlestick pertama: Bearish (merah/hitam) dengan tubuh panjang. Ini menunjukkan bahwa penjual (bear) masih...

Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, tidak semua pola diciptakan sama. Beberapa pola membutuhkan konfirmasi tambahan untuk meningkatkan akurasinya. Salah satu pola yang menggabungkan konfirmasi ekstra adalah Three Inside Up dan Three Inside Down. Pola ini sebenarnya adalah "versi lanjutan" dari pola dua candlestick Bullish Harami dan Bearish Harami, dengan tambahan candle ketiga yang berfungsi sebagai konfirmasi. Jika Anda sudah mengenal Harami, maka Three Inside akan terasa familiar—tetapi dengan tingkat keandalan yang lebih tinggi. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Three Inside Up dan Three Inside Down, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Three Inside Up dan Three Inside Down? Three Inside Up dan Three Inside Down adalah pola tiga candlestick yang merupakan perpanjangan dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  2. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  3. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  4. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  5. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  6. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  7. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  8. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  9. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  10. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas

TradingView Chart - ROCK