Update: Kamis, 30 April 2026

SNLK

PT. Sunter Lakeside Hotel Tbk.

Rp 226
-3.42%
Volume
162.232 lot
MA 5
237
MA 20
247
RSI
40.91
High
240
Low
218
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.76%
Support (10d)
218
Resistance (10d)
274
Volume Trend (10d)
+19.1%
Score
25
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-16.91 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.363 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SNLK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp218, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp274.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 207 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional

Di pasar saham, ada satu indikator yang hampir selalu dibuka oleh para trader profesional setiap pagi, namun jarang digunakan oleh trader ritel. Indikator itu adalah VWAP (Volume Weighted Average Price). VWAP bukanlah indikator biasa. Ia adalah standar industri yang digunakan oleh fund manager, institusi keuangan, dan proprietary trading desk untuk mengeksekusi order besar. Bagi mereka, VWAP adalah patokan untuk menilai apakah eksekusi beli atau jual mereka dilakukan pada harga yang baik. Lalu, mengapa trader ritel juga perlu memahami VWAP? Karena VWAP menjawab pertanyaan paling fundamental dalam trading: Berapa sebenarnya harga wajar saham ini hari ini, jika dihitung berdasarkan volume? Apa Itu VWAP? VWAP adalah harga rata-rata tertimbang volume dari suatu saham dalam satu hari perdagangan. Ia menghitung ulang setiap saat seiring berjalannya waktu, memberikan...

Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola memiliki nama yang mudah diingat karena menyerupai bentuk geometris atau benda sehari-hari. Namun, ada satu pola dengan nama yang cukup unik dan deskriptif: Bump and Run (BARR) – pola di mana harga "menabrak" (bump) lalu "berlari" (run) ke arah sebaliknya. Pola Bump and Run pertama kali dikembangkan oleh Thomas Bulkowski, seorang penulis terkenal di bidang analisis teknikal. Pola ini tergolong jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia mampu memberikan sinyal pembalikan yang sangat kuat, baik bullish maupun bearish. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Bump and Run (BARR), mulai dari karakteristik, tiga fase utamanya, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Bump and Run (BARR)? Bump and Run (BARR) adalah...

Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

Di antara berbagai pola grafik dalam analisis teknikal, ada satu pola yang sering dianggap sebagai "sepupu dekat" dari Bullish Flag, yaitu Bullish Pennant. Pola ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari flag, namun tetap memberikan sinyal kelanjutan tren naik yang andal. Apa Itu Bullish Pennant? Bullish Pennant adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga naik secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi yang membentuk segitiga simetris yang mengecil (converging triangle). Bentuknya menyerupai umbul-umbul atau panji (pennant) yang runcing di ujungnya, dengan tiang bendera sebagai awal pergerakan. Perbedaan utama dengan Bullish Flag terletak pada bentuk area konsolidasinya. Jika flag membentuk saluran paralel atau sedikit menurun, maka pennant membentuk dua garis tren yang saling bertemu (converging), menciptakan pola segitiga yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  2. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  3. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  4. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  5. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  6. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  7. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  8. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  9. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  10. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional

TradingView Chart - SNLK