Update: Kamis, 30 April 2026

TBLA

PT. Tunas Baru Lampung Tbk.

Rp 725
-3.33%
Volume
47.325 lot
MA 5
743
MA 20
730
RSI
55.88
High
750
Low
725
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.60%
Support (10d)
720
Resistance (10d)
790
Volume Trend (10d)
+69.6%
Score
80
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
11.54 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 210 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TBLA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp720, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp790.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 725 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 834 - 906 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 689 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah "bahan bakar" yang menggerakkan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi di mana volume melonjak ke tingkat yang ekstrim—jauh di atas rata-rata—dan justru menandakan bahwa tren sedang kehabisan tenaga. Kondisi ini dikenal sebagai Climax Volume. Climax volume adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia sering muncul di titik-titik kritis pasar: di akhir downtrend yang panjang (selling climax) atau di akhir uptrend yang panjang (buying climax). Bagi trader yang memahami konsep ini, climax volume adalah peringatan bahwa tren akan segera berbalik atau setidaknya mengalami koreksi signifikan. Karakteristik Climax Volume Climax volume adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak drastis—seringkali 3 hingga 5 kali atau lebih di atas volume...

Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar

Di dunia trading, tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan realitas yang sebenarnya. Di bawah buku pesanan (order book) yang tampak biasa, seringkali tersembunyi niat besar para pemain institusional. Mereka tidak ingin ketahuan. Mereka menyembunyikan pesanan besar mereka di balik "gunung es" – hanya ujung kecil yang terlihat, sementara massa utamanya tersembunyi di bawah permukaan. Dalam analisis teknikal, fenomena ini meninggalkan jejak yang disebut Iceberg Pattern. Meskipun pola ini lebih dikenal dalam analisis order flow (DOM) dan tape reading, jejaknya dapat dikenali di chart harga standar jika Anda tahu apa yang harus dicari. Apa Itu Iceberg Pattern? Iceberg Pattern adalah pola harga dan volume yang mengindikasikan adanya pesanan besar yang tersembunyi (hidden order) dari pemain institusional. Nama "iceberg" diambil dari fenomena gunung es: hanya...

Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik

Dalam analisis teknikal, salah satu pertanyaan paling sulit dijawab adalah: Apakah tekanan beli atau tekanan jual yang sedang mendominasi pasar? Indikator volume seperti OBV dan A/D Line memberikan gambaran kumulatif sejak awal data. Namun, pendekatan kumulatif memiliki kelemahan: ia tidak pernah "reset". Akibatnya, tren lama bisa terus mempengaruhi pembacaan saat ini. Marc Chaikin, sang maestro di balik A/D Line, menyadari keterbatasan ini. Ia kemudian mengembangkan Chaikin Money Flow (CMF) – sebuah indikator yang mengukur tekanan beli dan jual dalam periode tertentu (biasanya 20 atau 21 hari), bukan secara kumulatif tanpa batas. Hasilnya adalah indikator yang lebih responsif terhadap kondisi pasar terkini, dengan batas atas dan bawah yang jelas. Apa Itu Chaikin Money Flow (CMF)? Chaikin Money Flow adalah indikator osilator yang mengukur accumulation/distribution dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  2. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  3. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  4. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  5. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  6. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  7. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  8. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  9. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  10. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham

TradingView Chart - TBLA