Update: Kamis, 30 April 2026

TFAS

PT. Telefast Indonesia Tbk.

Rp 224
-2.61%
Volume
2.153 lot
MA 5
226
MA 20
224
RSI
57.45
High
230
Low
210
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.88%
Support (10d)
206
Resistance (10d)
272
Volume Trend (10d)
+49.5%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
4.67 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TFAS saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp206, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp272.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 272 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 299, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 206 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"

Dalam analisis teknikal saham, ada indikator yang dinamai sesuai dengan hewan buas yang dikenal dengan kesabarannya dalam berburu – Alligator (Buaya). Indikator ini dikembangkan oleh Bill Williams, seorang trader legendaris yang juga menciptakan indikator lain seperti Awesome Oscillator dan Fractals. Alligator adalah indikator yang dirancang untuk membantu trader mengidentifikasi apakah pasar sedang "tidur" (sideways/ konsolidasi) atau "bangun" (trending/ bergerak). Konsepnya sederhana: seekor buaya yang tidur (garis-garis menyempit) akan segera bangun dan membuka mulutnya lebar-lebar (garis-garis melebar) untuk berburu korbannya – dalam hal ini, pergerakan harga yang kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang indikator Alligator, mulai dari filosofi di baliknya, komponen garis-garis, cara membaca fase tidur dan bangun, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Indikator Alligator? Alligator adalah indikator teknikal yang terdiri...

Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari Hammer (bullish) dan Hanging Man (bearish), kini saatnya mengenal satu pola bearish klasik lainnya: Shooting Star. Jika Hanging Man adalah "orang gantung" dengan sumbu panjang ke bawah, maka Shooting Star adalah kebalikannya—sumbu panjang menjulang ke atas bagaikan bintang jatuh di langit malam. Dalam analisa teknikal saham, Shooting Star dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan bearish yang paling dapat diandalkan, terutama ketika muncul di puncak tren naik yang panjang. Namanya sendiri mengandung makna: bintang jatuh membawa harapan (bull) yang kemudian padam dan berubah menjadi kehancuran (bear). Apa Itu Shooting Star (Bearish)? Secara visual, Shooting Star terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil,...

Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal

Di antara ratusan pola candlestick yang dikenal dalam analisis teknikal, ada beberapa pola yang tergolong langka namun memiliki tingkat akurasi yang mengesankan. Salah satunya adalah Upside Tasuki Gap. Pola ini merupakan variasi dari keluarga Tasuki (atau Tasuki Gap) yang berfungsi sebagai sinyal konfirmasi lanjutan tren, bukan pembalikan. Bagi trader yang ingin memanfaatkan momentum bullish dengan tingkat risiko yang terkendali, Upside Tasuki Gap layak masuk dalam daftar pola andalan. Karakteristik Pola Upside Tasuki Gap Upside Tasuki Gap adalah pola yang terbentuk dari tiga candlestick. Namanya sudah memberi petunjuk: "Upside" berarti terjadi dalam tren naik, sedangkan "Gap" mengacu pada celah harga yang tidak tersentuh. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai berikut: Candlestick Pertama (Hari 1): Berwarna putih (bullish), menegaskan tren naik yang sedang berlangsung. Badan candlestick solid dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  2. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  3. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  4. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  5. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  6. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  7. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  8. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  9. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  10. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka

TradingView Chart - TFAS