Update: Kamis, 30 April 2026

WOWS

PT. Ginting Jaya Energi Tbk.

Rp 79
0.00%
Volume
287.078 lot
MA 5
80
MA 20
78
RSI
56.00
High
81
Low
78
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.74%
Support (10d)
74
Resistance (10d)
86
Volume Trend (10d)
+42.5%
Score
75
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
21.54 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 853 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WOWS saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp74, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp86.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 79 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 91 - 99 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 75 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren

Dari sekian banyak pola dua candlestick, sebagian besar dirancang untuk mendeteksi pembalikan tren (reversal). Namun, ada satu pola unik yang justru melakukan kebalikannya—ia menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan berlanjut. Pola itu adalah Separating Lines. Pola ini sering diabaikan oleh trader pemula karena bentuknya yang mirip dengan Meeting Lines, namun maknanya sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Separating Lines, kedua versinya (bullish dan bearish), cara mengidentifikasinya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Separating Lines? Separating Lines (garis pemisah) adalah pola dua candlestick di mana dua candle yang berlawanan arah (satu bearish, satu bullish) membuka pada level harga yang sama atau hampir sama, namun bergerak ke arah yang berlawanan. Berbeda dengan Meeting Lines yang mengandalkan kesamaan penutupan,...

Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks

Setelah mempelajari Andrews' Pitchfork (original) dan Schiff Pitchfork, kita memasuki varian ketiga dan terakhir dari keluarga garpu tren: Modified Schiff Pitchfork. Jika Andrews original adalah yang paling curam dan Schiff adalah yang paling landai, maka Modified Schiff berada di posisi tengah – sebuah kompromi cerdas yang menggabungkan kelebihan keduanya. Dikembangkan oleh para murid Andrews yang merasa bahwa Schiff terlalu landai untuk beberapa kondisi pasar, namun original terlalu curam untuk kondisi lainnya, Modified Schiff Pitchfork (kadang disebut "Modified Andrews" atau "Schiff 2.0") menawarkan pendekatan yang lebih seimbang. Apa Itu Modified Schiff Pitchfork? Modified Schiff Pitchfork adalah varian dari Andrews' Pitchfork yang memodifikasi titik awal median line dengan cara yang berbeda dari Schiff standard. Jika Schiff menggeser titik awal ke posisi tengah antara Titik 1 dan...

The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi

Dalam analisis teknikal, terdapat sebuah fenomena yang dikenal oleh para trader berpengalaman: sebelum pergerakan harga yang besar, seringkali terjadi periode ketenangan. Harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit, volume menurun, dan pasar tampak "tertidur". Fenomena ini dikenal sebagai The Compression Pattern (atau sering disebut Volatility Squeeze atau Coil Pattern). Compression Pattern adalah kondisi di mana rentang harga (high-low) terus menyempit dari waktu ke waktu, menciptakan pola segitiga yang meruncing. Pasar seperti pegas yang ditekan—semakin kuat tekanan, semakin eksplosif pelepasan energinya. Ketika kompresi mencapai titik puncaknya, harga akan "meledak" keluar dalam suatu pergerakan besar yang disebut ekspansi (expansion). Bagi trader yang memahami pola ini, compression adalah periode persiapan—bukan untuk entry, melainkan untuk bersiap menangkap breakout ketika harga akhirnya bergerak. Karakteristik Compression Pattern Compression Pattern adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  2. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  3. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  4. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  5. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  6. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  7. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  8. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  9. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  10. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar

TradingView Chart - WOWS