Dunia saham punya banyak istilah asing yang bikin pemula pusing. Seperti belajar bahasa baru, Anda perlu mengenal kosakata dasarnya dulu sebelum bisa lancar.
Artikel ini akan menyajikan istilah-istilah saham yang paling sering muncul dan wajib Anda hafal, diurutkan dari yang paling dasar hingga yang lebih teknis. Simpan artikel ini sebagai referensi Anda.
A – D (Istilah Dasar)
A
Averaging Down
Strategi membeli saham yang sama di harga lebih rendah dari harga beli pertama, untuk menurunkan rata-rata harga beli. Contoh: Beli pertama di Rp1.000, beli lagi di Rp800 → harga rata-rata jadi Rp900.
All Time High (ATH)
Harga tertinggi yang pernah dicapai suatu saham sepanjang sejarah.
Analisis Fundamental
Metode menilai saham berdasarkan kesehatan keuangan perusahaan (laba, utang, aset, prospek bisnis).
Analisis Teknikal
Metode menilai saham berdasarkan pergerakan harga dan volume di masa lalu (grafik, pola, indikator).
Ask (Offer)
Harga jual yang diminta oleh penjual saham.
B
Bear Market
Kondisi pasar saham sedang turun terus-menerus dalam jangka panjang (biasanya lebih dari 20%). Saatnya berhati-hati.
Bid
Harga beli yang ditawarkan oleh pembeli saham.
Blue Chip
Saham dari perusahaan besar, terkemuka, mapan, dan memiliki reputasi bagus. Contoh: bank BCA, Telkom, Unilever. Cocok untuk pemula.
Broker (Perusahaan Sekuritas)
Perantara yang memungkinkan Anda membeli dan menjual saham di bursa. Contoh: Mandiri Sekuritas, Mirae Asset, Indo Premier.
Bursa Efek
Tempat bertemunya pembeli dan penjual saham (secara elektronik). Di Indonesia: Bursa Efek Indonesia (BEI).
Buyback
Pembelian kembali saham yang telah beredar oleh perusahaan sendiri. Biasanya untuk menaikkan harga saham atau memberi sinyal positif ke pasar.
C
Capital Gain
Keuntungan dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga beli. Contoh: Beli Rp1.000, jual Rp1.200 → capital gain Rp200 per lembar.
Capital Loss
Kerugian dari selisih harga jual yang lebih rendah dari harga beli.
Close (Closing Price)
Harga saham terakhir pada saat sesi perdagangan berakhir (biasanya pukul 15:00 WIB).
Cum-Dividend
Periode di mana pembeli saham masih berhak mendapatkan dividen. Jika beli di masa cum-dividend, Anda akan dapat dividen.
Cut Off Time
Batas waktu transaksi saham (biasanya pukul 14:45-15:00 WIB tergantung broker).
D
Dividen
Pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Tidak semua perusahaan membagikan dividen.
Day Trading
Strategi membeli dan menjual saham dalam hari yang sama (tidak menginap). Risiko sangat tinggi, tidak untuk pemula.
Delisting
Penghapusan saham dari bursa. Saham tidak bisa diperdagangkan lagi. Bisa karena merger, akuisisi, atau masalah perusahaan.
DER (Debt to Equity Ratio)
Rasio utang terhadap modal. Mengukur seberapa besar perusahaan bergantung pada utang. DER > 2 umumnya berisiko.
DPO (Dividend Payout Ratio)
Persentase laba yang dibagikan sebagai dividen. Misal laba Rp100M, dividen Rp40M → DPO 40%.
E – J (Istilah Teknis)
E
EPS (Earning per Share)
Laba bersih per lembar saham. Rumus: Laba Bersih / Jumlah Saham Beredar. EPS naik berarti perusahaan makin menguntungkan.
Ex-Dividend
Periode di mana pembeli saham tidak berhak mendapatkan dividen (setelah tanggal cum-dividend).
Emiten
Perusahaan yang sahamnya telah tercatat dan diperdagangkan di bursa.
EBIT (Earnings Before Interest and Taxes)
Laba sebelum bunga dan pajak. Mengukur kinerja operasional tanpa pengaruh utang dan pajak.
EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization)
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Mengukur kemampuan operasional yang lebih longgar.
F
FOMO (Fear Of Missing Out)
Ketakutan ketinggalan momen. Saat harga naik, FOMO membuat orang beli di harga tinggi karena takut kehilangan keuntungan. Penyebab paling umum kerugian di saham.
Float (Saham Free Float)
Jumlah saham yang benar-benar beredar dan diperdagangkan di publik (bukan saham milik pengendali atau manajemen).
Fraktual
Harga saham yang tidak bulat. Di BEI, terdapat aturan fraktual (jenjang harga) untuk menentukan loncatan harga minimal. Biasanya Rp1, Rp2, Rp5, Rp10, Rp25, Rp50.
Fundamental
Kondisi kesehatan keuangan perusahaan. Lihat: laba, pendapatan, aset, utang, prospek.
G
Gap
Lonjakan atau kejatuhan harga yang signifikan tanpa transaksi di rentang harga tertentu. Biasanya terjadi saat pembukaan pasar.
GPM (Gross Profit Margin)
Margin laba kotor. Rasio laba kotor terhadap penjualan. Mengukur efisiensi produksi.
H
Harga Pembukaan (Opening Price)
Harga pertama saham pada awal sesi perdagangan (09:00 WIB).
Harga Penutupan (Closing Price)
Harga terakhir saham pada akhir sesi perdagangan (15:00 WIB).
Holding Period
Jangka waktu Anda memegang saham sebelum menjualnya.
I
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
Indeks yang mengukur pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. IHSG naik = rata-rata saham naik.
Initial Public Offering (IPO)
Proses pertama kali perusahaan mencatatkan sahamnya di bursa (go public). Saat IPO, publik bisa membeli saham untuk pertama kalinya.
Indeks Sektoral
Indeks yang mengukur pergerakan saham dalam satu sektor tertentu (perbankan, properti, tambang, dll).
Injection (Suntik Modal)
Penambahan modal dari pemegang saham atau investor baru ke perusahaan.
J
JCI (Jakarta Composite Index)
Nama lain dari IHSG.
Junk Stock (Saham Gorengan)
Saham berharga rendah dengan fundamental buruk, harganya digerakkan oleh spekulan. Sangat berisiko, tidak untuk pemula.
L – P (Istilah Perdagangan)
L
Likuiditas
Kemudahan menjual saham tanpa mempengaruhi harga secara drastis. Saham likuid: banyak pembeli dan penjual. Saham tidak likuid: susah dijual.
Limit Order
Perintah beli atau jual saham di harga tertentu. Contoh: “Beli saham BBCA di harga Rp9.000”. Tidak akan beli jika harga di atas Rp9.000.
Lot
Satuan perdagangan saham di bursa Indonesia. 1 lot = 100 lembar saham. Minimal transaksi adalah 1 lot.
M
Market Order
Perintah beli atau jual saham di harga pasar terbaik yang tersedia saat itu. Eksekusi cepat, tapi harga tidak pasti.
Margin Call
Keadaan ketika investor yang bertransaksi dengan fasilitas margin (pinjaman dari broker) dipaksa menambah dana karena nilai jaminannya turun. Sangat berisiko.
Moving Average (MA)
Rata-rata harga saham dalam periode tertentu (misal 50 hari, 200 hari). Digunakan dalam analisis teknikal.
N
Nail (Saham Nail)
Saham yang harganya mentok di batas bawah harian (auto reject bawah). Biasanya karena berita buruk.
NPM (Net Profit Margin)
Margin laba bersih. Rasio laba bersih terhadap pendapatan. Mengukur efisiensi perusahaan secara keseluruhan.
Net Asset Value (NAV)
Nilai aset bersih. Umumnya untuk reksadana. Harga reksadana per unit berdasarkan NAV.
O
Obligasi
Surat utang. Bukan saham. Investor meminjamkan uang ke perusahaan/pemerintah dan mendapat bunga.
Offer (Ask)
Harga jual yang diminta penjual.
Open (Opening Price)
Harga pembukaan saham di awal sesi.
Overbought
Kondisi di mana saham dianggap “terlalu mahal” dalam analisis teknikal. Sinyal potensi koreksi turun.
Oversold
Kondisi di mana saham dianggap “terlalu murah” dalam analisis teknikal. Sinyal potensi rebound naik.
P
PBV (Price to Book Value)
Rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan. PBV < 1 berarti harga lebih murah dari nilai aset bersih.
PER (Price to Earnings Ratio)
Rasio harga saham terhadap laba per saham (EPS). Mengukur mahal-murah saham. PER rendah = murah, PER tinggi = mahal.
Portofolio
Kumpulan saham atau instrumen investasi yang Anda miliki.
Price-to-Earnings Growth (PEG)
Rasio PER terhadap pertumbuhan laba. Membantu menilai apakah PER sudah sesuai dengan pertumbuhan.
Premium
Harga di atas nilai wajar. Juga istilah untuk selisih harga di pasar perdana (IPO) vs harga pasar.
R – Z (Istilah Lengkap)
R
Realisasi
Proses perubahan posisi (dari beli ke jual). Keuntungan atau kerugian baru “real” setelah Anda menjual saham.
Return on Equity (ROE)
Kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal sendiri (ekuitas). ROE > 15% dianggap bagus.
Reverse Stock Split
Penggabungan beberapa lembar saham menjadi satu lembar dengan harga yang disesuaikan. Contoh: 100 lembar saham Rp50 menjadi 1 lembar Rp5.000.
Rights Issue
Penambahan modal dengan menerbitkan saham baru yang ditawarkan ke pemegang saham lama. Pemegang saham punya hak membeli saham baru dengan harga tertentu (biasanya lebih murah).
RTO (Reverse Take Over)
Akuisisi perusahaan publik oleh perusahaan privat (sebaliknya dari IPO).
S
Saham
Surat bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.
Saham BUMN
Saham perusahaan milik negara yang tercatat di bursa (contoh: BBRI, TLKM, BBNI).
Saham Sektor
Saham yang dikelompokkan berdasarkan bidang usahanya (perbankan, properti, konsumen, infrastruktur, dll).
Short Selling
Menjual saham yang belum dimiliki (pinjam dari broker) dengan harapan harga turun, lalu beli kembali di harga rendah. Dilarang di bursa Indonesia untuk investor ritel.
Split (Stock Split)
Pemecahan nilai nominal saham. Contoh: 1 lembar saham Rp10.000 dipecah menjadi 10 lembar Rp1.000. Jumlah saham bertambah, harga per lembar turun, nilai total tidak berubah.
Stop Loss
Order otomatis untuk menjual saham jika harga turun ke level tertentu. Untuk membatasi kerugian.
Support
Level harga di mana saham cenderung berhenti turun dan berbalik naik (dalam analisis teknikal).
Suspensi
Penghentian sementara perdagangan saham oleh bursa karena ada informasi penting atau volatilitas ekstrem.
T
Take Profit
Order otomatis untuk menjual saham jika harga naik ke level tertentu. Untuk mengamankan keuntungan.
Trading Halt
Penghentian sementara perdagangan saham (biasanya 30 menit) karena lonjakan harga yang terlalu cepat.
Trend
Arah pergerakan harga saham: naik (uptrend), turun (downtrend), atau datar (sideways).
Trigger
Level harga yang memicu Anda untuk membeli atau menjual saham.
U
Underwriter
Penjamin emisi. Pihak yang membantu perusahaan melakukan IPO, termasuk menentukan harga dan memasarkan saham.
Undervalued
Kondisi saham dianggap “terlalu murah” berdasarkan nilai fundamentalnya. Harga pasar lebih rendah dari nilai intrinsik perusahaan.
Uptrend
Kondisi harga saham cenderung bergerak naik.
V
Valuasi
Proses penilaian (mahal/murah) suatu saham berdasarkan berbagai rasio (PER, PBV, PEG).
Volatilitas
Tingkat fluktuasi harga saham. Volatilitas tinggi = harga naik turun drastis. Volatilitas rendah = harga stabil.
Volume
Jumlah saham yang diperdagangkan dalam periode tertentu (biasanya per hari). Volume tinggi menandakan minat besar.
W
Waktu Sesi
Bursa Indonesia: Sesi I: 09:00-12:00 WIB. Istirahat: 12:00-13:30 WIB. Sesi II: 13:30-15:00 WIB.
Warrant
Bukti hak untuk membeli saham di harga tertentu di masa depan. Biasanya diberikan gratis/dengan harga murah sebagai bonus.
WMA (Weighted Moving Average)
Rata-rata harga saham dengan bobot lebih besar pada harga terbaru.
Y
Yield (Dividend Yield)
Rasio dividen terhadap harga saham. Contoh: Dividen Rp100 per saham, harga saham Rp2.000 → yield = 5%.
Z
Zona
Dalam analisis teknikal: zona support (area beli potensial) dan zona resistance (area jual potensial).
Istilah Tambahan yang Sering Muncul di Grup Saham
| Istilah | Arti |
|---|---|
| ARB | Auto Reject Bawah. Harga saham mentok turun hingga tidak bisa turun lebih jauh dalam sehari. |
| ARA | Auto Reject Atas. Harga saham mentok naik hingga tidak bisa naik lebih jauh dalam sehari. |
| CALL | Panggilan telepon dari broker untuk memberi tahu sesuatu (biasanya margin call). |
| FR | Free Float. Porsi saham yang benar-benar diperdagangkan publik. |
| Gepok | Istilah untuk kantong saham (misal: “saya gepok saham bank”). |
| Mentok | Harga saham menyentuh batas ARA atau ARB. |
| Nyangkut | Kondisi membeli saham di harga tinggi, lalu harga turun dan tidak bisa dijual tanpa rugi besar. |
| RdP | Rencana Dana Pensiun (investor institusi besar). |
| Suntik | Beli saham dalam jumlah besar (biasanya oleh investor besar). |
Istilah yang Sering Tertukar Pemula
| Sering Tertukar | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Order vs Eksekusi | Order = perintah; Eksekusi = perintah sudah dijalankan (saham terbeli/terjual). |
| Lot vs Lembar | 1 lot = 100 lembar. Jumlah minimal transaksi adalah 1 lot (bukan 1 lembar). |
| Harga vs Valuasi | Harga = Rp sekian; Valuasi = mahal/murah (PER, PBV). |
| Kapitalisasi vs Harga | Kapitalisasi pasar = harga saham x jumlah saham beredar. Dua saham harga sama bisa kapitalisasi beda karena jumlah beredar berbeda. |
| Dividen vs Bunga | Dividen = pembagian laba (tidak pasti). Bunga = pembayaran utang (pasti). |
Cara Menghafal Istilah dengan Efektif
Untuk pemula, jangan coba hafal semua sekaligus. Terlalu banyak. Lakukan bertahap:
Minggu 1-2 (Hafalkan 10 istilah paling dasar):
- Saham, lot, broker, dividen, capital gain
- IHSG, IPO, PER, PBV, EPS
Minggu 3-4 (Hafalkan istilah transaksi):
- Bid, offer, order, limit, market
- Likuiditas, volume, ARA, ARB, suspensi
Minggu 5-6 (Hafalkan istilah fundamental):
- ROE, DER, laba operasional, laba bersih, arus kas
- NPM, GPM, harga wajar, undervalued, overvalued
Minggu 7-8 (Hafalkan istilah teknikal):
- Support, resistance, moving average, trend, gap
Sisanya bisa baca ulang saat dibutuhkan.
Kesimpulan
Memahami istilah saham adalah langkah pertama yang wajib sebelum Anda benar-benar berinvestasi. Tanpa memahami bahasa pasar, Anda akan tersesat dan mudah termakan informasi yang menyesatkan.
Pesan penting:
- Mulai dengan istilah paling dasar (saham, lot, dividen, IHSG, PER, PBV).
- Jangan terburu-buru menghafal semuanya dalam satu hari.
- Setiap kali menemukan istilah baru, cari artinya lalu catat.
- Istilah akan melekat dengan sendirinya setelah Anda sering membaca berita dan diskusi saham.
Dengan memahami glosarium ini, Anda sudah memiliki fondasi yang kuat untuk mempelajari dunia saham lebih dalam. Selamat belajar dan selamat berinvestasi!
Artikel menarik lainnya:
- PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
- Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
- Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
- Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
- Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
- The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
- Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
- Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
- Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
- Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham