Teknikal
Teknikal.Net / Artikel / Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar

Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar

Di antara berbagai pola dua candlestick, ada satu pola yang paling ekstrem dan dramatis—dinamakan Kicking Pattern. Pola ini mendapat namanya dari metafora “tendangan” karena pergerakan harga yang sangat tajam dan tiba-tiba, seolah-olah pasar mendapat tendangan keras yang mengubah arah secara instan.

Kicking Pattern adalah salah satu pola reversal paling kuat dalam analisis teknikal candlestick. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Kicking Pattern (bullish dan bearish), cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan.


Apa Itu Kicking Pattern?

Kicking Pattern adalah pola dua candlestick yang terbentuk ketika terjadi gap yang sangat lebar antara candle pertama dan candle kedua, dengan kedua candle memiliki warna yang berlawanan dan tubuh yang panjang.

Pola ini memiliki dua versi:

VersiTren SebelumnyaCandle 1Candle 2Sinyal
Bullish KickingDowntrend (turun)Bearish (merah)Bullish (hijau)Pembalikan naik (sangat kuat)
Bearish KickingUptrend (naik)Bullish (hijau)Bearish (merah)Pembalikan turun (sangat kuat)

Nama “Kicking” berasal dari efek “tendangan” yang dramatis—pasar seperti ditendang dari satu arah ke arah yang berlawanan dalam waktu singkat.

Peringatan: Kicking Pattern adalah pola sangat langka tetapi sangat kuat. Jika Anda menemukannya, perhatikan baik-baik karena sinyalnya termasuk yang paling andal di antara semua pola dua candlestick.


Karakteristik dan Identifikasi Pola

Agar sebuah formasi candlestick dapat dikategorikan sebagai Kicking Pattern yang valid, perhatikan ciri-ciri berikut:

Untuk Bullish Kicking (Pembalikan Naik)

KarakteristikKeterangan
Tren sebelumnyaDowntrend yang jelas
Candlestick 1Bearish panjang (long black candle)
Candlestick 2Bullish panjang (long white candle)
GapGap down diikuti gap up yang lebar—candle 2 membuka jauh di atas penutupan candle 1
TubuhKedua candle memiliki tubuh yang panjang (bukan doji atau candle kecil)

Untuk Bearish Kicking (Pembalikan Turun)

KarakteristikKeterangan
Tren sebelumnyaUptrend yang jelas
Candlestick 1Bullish panjang (long white candle)
Candlestick 2Bearish panjang (long black candle)
GapGap up diikuti gap down yang lebar—candle 2 membuka jauh di bawah penutupan candle 1
TubuhKedua candle memiliki tubuh yang panjang

Perbedaan dengan Pola Lain

PolaKarakteristikKekuatan
KickingGap ekstrem, dua candle panjang berlawananSangat kuat
EngulfingCandle 2 menelusuri tubuh candle 1Kuat
Piercing / Dark CloudPenetrasi 50%+ tubuhSedang-kuat
Meeting LinesPenutupan samaSedang-lemah

Jenis-Jenis Kicking Pattern

Para ahli candlestick mengenal dua variasi Kicking Pattern:

1. Kicking Pattern (Versi Standar)

Terjadi gap ekstrem antara candle 1 dan candle 2. Ini adalah versi paling kuat.

Bullish Kicking standar:

  • Hari 1: Candle merah panjang, close di level rendah
  • Hari 2: Gap down (lebih rendah lagi) lalu naik? Tunggu…

Perhatikan: Untuk Bullish Kicking, candle 2 harus membuka di bawah candle 1 (gap down) ATAU di atas? Mari kita luruskan.

Definisi yang Lebih Tepat:

Bullish Kicking:

  • Candle 1: Bearish panjang (tren turun)
  • Candle 2: Bullish panjang yang membuka dengan gap DOWN (lebih rendah dari penutupan candle 1), lalu berbalik naik dan ditutup sebagai candle hijau panjang.

Bearish Kicking:

  • Candle 1: Bullish panjang (tren naik)
  • Candle 2: Bearish panjang yang membuka dengan gap UP (lebih tinggi dari penutupan candle 1), lalu berbalik turun dan ditutup sebagai candle merah panjang.

2. Kicking Pattern dengan Gap yang Sangat Lebar

Semakin lebar gap antara candle 1 dan candle 2, semakin kuat sinyalnya. Jika gap-nya sangat ekstrem (misal 5-10% dalam sehari), ini disebut sebagai “Ultimate Kicking” oleh beberapa analis.


Psikologi di Balik Kicking Pattern

Tidak ada pola candlestick lain yang menggambarkan perubahan sentimen se-dramatis Kicking Pattern.

Psikologi Bullish Kicking (di akhir downtrend)

Hari pertama (bearish panjang):
Pasar sedang dalam tren turun yang dalam. Hari ini, penjual (bear) kembali mendominasi dengan brutal. Harga ditutup di level terendah. Semua orang pesimis. Trader yang masih bertahan berpikir, “Tidak ada yang bisa menyelamatkan pasar ini.”

Malam hari:
Terjadi berita positif yang sangat kuat—mungkin laporan keuangan yang mengejutkan, akuisisi besar, atau kebijakan pemerintah yang mendukung.

Hari kedua (pembukaan):
Pasar dibuka dengan gap down yang ekstrem? Tunggu, tidak. Untuk Bullish Kicking, justru sering terjadi sebaliknya: harga bisa gap down lalu naik, ATAU gap up langsung.

Klarifikasi penting:

Setelah meneliti berbagai sumber, definisi Kicking Pattern yang paling diterima secara luas adalah:

Bullish Kicking: Candle 1 bearish panjang (hitam), diikuti candle 2 bullish panjang (putih) yang membuka dengan gap ke atas (gap up) dari penutupan candle 1.

Bearish Kicking: Candle 1 bullish panjang (putih), diikuti candle 2 bearish panjang (hitam) yang membuka dengan gap ke bawah (gap down) dari penutupan candle 1.

Dengan definisi ini, psikologinya menjadi lebih logis:

Bullish Kicking (yang benar):

  • Hari 1: Harga turun (merah panjang). Sentimen bearish.
  • Hari 2: Harga membuka jauh lebih tinggi (gap up) dan terus naik. Ini menunjukkan sentimen berubah 180 derajat dalam semalam.

Bearish Kicking (yang benar):

  • Hari 1: Harga naik (hijau panjang). Sentimen bullish.
  • Hari 2: Harga membuka jauh lebih rendah (gap down) dan terus turun. Ini menunjukkan optimisme berubah menjadi kepanikan.

Psikologi Ringkas:

VersiHari 1Gap Hari 2Hari 2Makna
Bullish KickingBearish panjangGap Up (ke atas)Bullish panjangPerubahan sentimen drastis dari bearish ke bullish
Bearish KickingBullish panjangGap Down (ke bawah)Bearish panjangPerubahan sentimen drastis dari bullish ke bearish

Contoh Visual Kicking Pattern

Contoh Bullish Kicking (Valid)

Bayangkan saham PT Teknologi Maju:

  • Tren sebelumnya: Downtrend dari Rp10.000 ke Rp7.000
  • Hari ke-1 (bearish): Harga turun dari Rp7.000 ke Rp6.500. Close = Rp6.500 (candle merah panjang)
  • Hari ke-2 (bullish): Harga membuka di Rp7.200 (gap UP dari Rp6.500), lalu naik ke Rp7.800. Close = Rp7.800 (candle hijau panjang)

Hasil: Bullish Kicking Pattern terbentuk. Sinyal pembalikan naik yang sangat kuat.

Contoh Bearish Kicking (Valid)

Bayangkan saham PT Tambang Raya:

  • Tren sebelumnya: Uptrend dari Rp3.000 ke Rp5.000
  • Hari ke-1 (bullish): Harga naik dari Rp5.000 ke Rp5.500. Close = Rp5.500 (candle hijau panjang)
  • Hari ke-2 (bearish): Harga membuka di Rp5.000 (gap DOWN dari Rp5.500), lalu turun ke Rp4.500. Close = Rp4.500 (candle merah panjang)

Hasil: Bearish Kicking Pattern terbentuk. Sinyal pembalikan turun yang sangat kuat.

Contoh INVALID (Bukan Kicking Pattern)

SkenarioMengapa Invalid
Candle 2 tidak gap (hanya naik/turun biasa)Tidak ada “tendangan”—hanya pola biasa
Salah satu candle memiliki tubuh kecilKicking butuh kedua candle panjang
Tidak ada gap atau gap sangat kecilKekuatan sinyal berkurang drastis
Terjadi di tengah sidewaysBukan di akhir tren yang jelas

Tingkat Kekuatan Sinyal

Kicking Pattern adalah salah satu pola candlestick dengan tingkat kekuatan tertinggi.

FaktorBullish KickingBearish Kicking
Gap lebar✅ Sangat kuat✅ Sangat kuat
Tubuh candle panjang✅ Sangat kuat✅ Sangat kuat
Volume tinggi di candle 2✅ Konfirmasi sempurna✅ Konfirmasi sempurna
Terjadi setelah tren panjang✅ Lebih andal✅ Lebih andal
Konfirmasi candle ke-3Tidak wajib, tapi amanTidak wajib, tapi aman

Catatan: Kicking Pattern termasuk pola yang tidak membutuhkan konfirmasi candle ke-3 karena sinyalnya sudah sangat jelas. Namun, trader konservatif tetap bisa menunggu konfirmasi.


Strategi Trading dengan Kicking Pattern

Karena Kicking Pattern adalah pola reversal yang sangat kuat, strateginya bisa lebih agresif dibanding pola lain.

Untuk Bullish Kicking (Membuka Posisi Long)

AspekDetail
Entry Point (Agresif)Di penutupan candle ke-2 (begitu pola terbentuk)
Entry Point (Konservatif)Tunggu candle ke-3 yang bullish, atau entry di pembukaan hari ke-3
Stop LossLetakkan di bawah terendah candle ke-2 (atau di bawah gap jika ingin lebih ketat)
Target ProfitTarget 1: Level resisten terdekat. Target 2: 2-3 kali risk (risk-reward minimal 1:2)

Untuk Bearish Kicking (Membuka Posisi Short / Exit Long)

AspekDetail
Entry Point (Agresif)Di penutupan candle ke-2
Entry Point (Konservatif)Tunggu candle ke-3 yang bearish
Stop LossLetakkan di atas tertinggi candle ke-2
Target ProfitLevel support terdekat, atau risk-reward 1:2

Contoh Perhitungan Risk-Reward (Bullish Kicking)

  • Entry: Rp7.800 (penutupan candle 2)
  • Stop loss: Rp7.000 (di bawah terendah candle 2, misal terendah Rp7.100 + buffer)
  • Risk: Rp800
  • Target 1: Rp8.600 (Reward Rp800 → ratio 1:1)
  • Target 2: Rp9.400 (Reward Rp1.600 → ratio 1:2)

Kicking Pattern vs Pola Mirip

Agar tidak keliru, bandingkan dengan pola candlestick lain:

PolaPerbedaan Utama
Bullish EngulfingCandle 2 menelusuri candle 1, tapi TIDAK harus gap lebar
Bearish EngulfingSama, tanpa syarat gap ekstrem
Piercing PatternCandle 2 menutup di atas 50% tubuh candle 1, dengan gap down
Dark Cloud CoverCandle 2 menutup di bawah 50% tubuh candle 1, dengan gap up
Morning/Evening StarPola 3 candle (dengan doji di tengah)
KickingDua candle panjang dengan GAP EKSTREM dan warna berlawanan

Intinya: Kicking Pattern adalah versi “ekstrem” dari pola reversal lainnya. Jika Anda melihat Engulfing dengan gap yang sangat lebar, itu bisa jadi Kicking Pattern.


Kelemahan dan Batasan Pola

Meskipun sangat kuat, Kicking Pattern memiliki beberapa kelemahan:

  1. Sangat jarang terjadi – Anda mungkin hanya melihat pola ini beberapa kali dalam setahun, tergantung volatilitas saham.
  2. Membutuhkan berita/katalis kuat – Tanpa pemicu fundamental yang signifikan, pola ini jarang muncul.
  3. Rentan terhadap false signal di saham likuiditas rendah – Saham dengan volume kecil bisa membentuk pola “palsu” karena manipulasi harga.
  4. Gap bisa terisi (filled) – Meskipun pola ini kuat, harga kadang kembali menguji area gap sebelum melanjutkan tren.
  5. Time frame kecil tidak relevan – Pola pada grafik 5 menit atau 15 menit hampir tidak pernah valid.

Saran: Jika Anda menemukan Kicking Pattern, jangan ragu untuk mengambil tindakan. Tapi tetap gunakan stop loss karena tidak ada pola yang sempurna 100%.


Kapan Sebaiknya Menggunakan Kicking Pattern?

SituasiRekomendasi
✅ Di akhir downtrend panjang (bullish version)Sangat direkomendasikan untuk entry long
✅ Di akhir uptrend panjang (bearish version)Sangat direkomendasikan untuk short/exit
✅ Dengan volume yang melonjak drastisKonfirmasi terbaik
✅ Didukung berita fundamental yang kuatSemakin meningkatkan probabilitas
✅ Di time frame daily atau weeklySatu-satunya time frame yang direkomendasikan
❌ Di pasar sidewaysHampir tidak mungkin terjadi
❌ Tanpa gap yang jelasBUKAN Kicking Pattern
❌ Di time frame intradayHINDARI—terlalu banyak noise

Studi Kasus: Kicking Pattern dalam Aksi

Kasus 1: Bullish Kicking yang Berhasil (Skenario Fiktif)

Saham: PT Bank Rakyat (fiktif)

Kondisi:

  • Downtrend 3 bulan: Rp8.000 → Rp5.000 akibat isu kredit macet
  • Hari 1 (bearish): Harga turun dari Rp5.000 ke Rp4.800 (candle merah panjang)
  • Malam hari: Rilis laba bersih kuartal terakhir yang TUMBUH 300% (kejutan positif)
  • Hari 2 (bullish): Harga membuka di Rp5.500 (gap UP 14.6%), lalu naik ke Rp6.200

Pola: Bullish Kicking Pattern di Rp4.800→Rp5.500

Hasil:

  • Entry di Rp6.200
  • Harga melanjutkan uptrend ke Rp7.500 dalam 2 minggu

Kesimpulan: Pola berhasil menangkap pembalikan yang didorong oleh kejutan fundamental.

Kasus 2: Bearish Kicking yang Gagal (Pembelajaran)

Saham: PT Ecommerce (fiktif)

Kondisi:

  • Uptrend 2 bulan: Rp2.000 → Rp4.000
  • Hari 1 (bullish): Harga naik dari Rp4.000 ke Rp4.300
  • Hari 2 (bearish): Harga membuka di Rp3.900 (gap down), lalu turun ke Rp3.700

Pola: Bearish Kicking Pattern

Tapi…

  • Hari 3: harga naik kembali ke Rp4.100 → GAGAL
  • Ternyata gap terjadi karena berita hoax yang segera diklarifikasi

Pelajaran: Selalu pastikan gap terjadi karena alasan fundamental yang valid, bukan karena berita palsu atau kepanikan sementara.


Tips Praktis untuk Trader

  1. Jangan Ragu Saat Melihat Kicking – Pola ini adalah salah satu yang paling kuat. Jika Anda yakin dengan validitasnya, ambil tindakan.
  2. Periksa Volume – Lonjakan volume di candle ke-2 adalah konfirmasi bahwa pergerakan harga didukung oleh partisipasi pasar yang serius.
  3. Cari Katalis Fundamental – Kicking Pattern hampir selalu dipicu oleh berita besar. Cari tahu apa penyebabnya.
  4. Gunakan Stop Loss yang Wajar – Meskipun kuat, jangan lupakan manajemen risiko. Letakkan stop loss di bawah/atas candle ke-2.
  5. Jangan Memaksakan Diri – Karena pola ini jarang, jangan mencoba memaksakan interpretasi pola lain sebagai Kicking. Jika ragu, anggap bukan Kicking.
  6. Perhatikan Gap – Gap yang sangat lebar (3-5%+ untuk saham, 1-2%+ untuk indeks) adalah ciri khas Kicking.

Kesimpulan

Kicking Pattern adalah pola dua candlestick paling ekstrem dan paling kuat untuk mendeteksi pembalikan tren. Pola ini terbentuk ketika dua candle panjang dengan warna berlawanan dipisahkan oleh gap yang sangat lebar, menunjukkan perubahan sentimen pasar secara dramatis dalam waktu singkat.

Poin penting yang harus diingat:

  • Bullish Kicking = bearish panjang + gap up + bullish panjang → sinyal pembalikan naik yang sangat kuat
  • Bearish Kicking = bullish panjang + gap down + bearish panjang → sinyal pembalikan turun yang sangat kuat
  • Kunci identifikasi = kedua candle harus panjang + gap lebar + warna berlawanan
  • Kekuatan sinyal = sangat tinggi (termasuk yang terkuat di antara pola dua candlestick)
  • Frekuensi = sangat jarang—inilah mengapa pola ini istimewa

Kapan Kicking Pattern menjadi sinyal terbaik?

  • ✅ Setelah tren yang panjang dan melelahkan
  • ✅ Dengan gap yang sangat lebar (minimal 3-5% untuk saham individual)
  • ✅ Volume melonjak drastis di hari ke-2
  • ✅ Ada katalis fundamental yang jelas
  • ✅ Time frame daily atau weekly

Kapan mengabaikan Kicking Pattern?

  • ❌ Jika gap tidak jelas atau terlalu kecil
  • ❌ Jika salah satu candle memiliki tubuh pendek
  • ❌ Di time frame intraday (5 menit, 15 menit, 1 jam)
  • ❌ Di saham dengan likuiditas sangat rendah

Dengan memahami karakteristik dan kekuatan Kicking Pattern, Anda bisa menangkap momen pembalikan harga yang paling dramatis dan menguntungkan. Ingat, pola ini jarang muncul—tetapi ketika muncul, ia layak mendapat perhatian penuh Anda.

Artikel menarik lainnya:

  1. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  2. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  3. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  4. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  5. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  6. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  7. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  8. Bump and Run (BARR): Ketika Harga “Menabrak” Lalu “Berlari”
  9. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  10. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik

Teknikal

    Platform analisa teknikal saham harian.


  • Halaman Depan
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

  • Volume Spike
  • Top Win Rate
  • Top Profit
  • Top Gainer
  • Top Loser
  • Top Value
  • Top Volume
  • Top Frekuensi
  • Top Pembelian Asing

  • Top Penjualan Asing
  • Top Asing Net Buy
  • Top Asing Net Sell
  • Top Volume (Pasar Nego & Tunai)
  • Top Transaksi (Pasar Nego & Tunai)
  • Saham Termahal
  • Saham Termurah
  • Semua Saham

© 2025 Teknikal.Net - All rights reserved. Data provided for educational purposes only.
Dukung kami untuk mengelola website ini dengan membelikan secangkir kopi melalui Saweria. Terima kasih