Teknikal
Teknikal.Net / Artikel / Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang sangat populer karena kemampuannya menggabungkan konsep volatilitas, support/resistance dinamis, dan overbought/oversold dalam satu tampilan. Indikator itu adalah Bollinger Bands (Pita Bollinger).

Bollinger Bands dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang mengelilingi pergerakan harga, membentuk seperti pita. Keunikan Bollinger Bands adalah lebarnya yang berubah-ubah mengikuti volatilitas pasar – ketika volatilitas tinggi, pita melebar; ketika volatilitas rendah, pita menyempit.

Bollinger Bands memiliki tiga pola paling terkenal yang wajib dikuasai setiap trader: Squeeze (perubahan volatilitas), Walking the Band (trend kuat), dan Double Bottom di Lower Band (pola reversal). Artikel ini akan membahas ketiganya secara lengkap.


Apa Itu Bollinger Bands?

Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari tiga garis:

KomponenParameter StandarWarna UmumFungsi
Upper Band (Pita Atas)MA 20 + (2 × SD)Merah / Biru mudaResistance dinamis, level overbought
Middle Band (Pita Tengah)SMA 20 harga closeBiru / OranyeMoving average (arah tren)
Lower Band (Pita Bawah)MA 20 – (2 × SD)Merah / Biru mudaSupport dinamis, level oversold

Parameter standar Bollinger Bands: (20, 2)

  • Periode = 20 (moving average 20 periode)
  • Deviasi = 2 (dua kali standar deviasi)

di mana SD (Standar Deviasi) adalah ukuran statistik volatilitas.

Mengapa deviasi 2?

Secara statistik, dalam distribusi normal:

  • Sekitar 68% data berada dalam 1 standar deviasi
  • Sekitar 95% data berada dalam 2 standar deviasi
  • Sekitar 99.7% data berada dalam 3 standar deviasi

Dengan deviasi 2, Bollinger Bands mencakup sekitar 95% pergerakan harga. Ini berarti ketika harga menyentuh atau keluar dari pita, itu adalah kejadian yang relatif jarang dan signifikan.


Cara Menghitung Bollinger Bands

Langkah 1: Hitung Middle Band (SMA 20)

text
SMA 20 = (C1 + C2 + ... + C20) / 20

Langkah 2: Hitung Standar Deviasi (SD)

text
SD = akar dari (Σ(C - SMA20)² / 20)

Langkah 3: Hitung Upper dan Lower Band

text
Upper Band = SMA20 + (2 × SD)
Lower Band = SMA20 - (2 × SD)

Perubahan Lebar Pita:

KondisiLebar PitaArti
Volatilitas tinggi (SD besar)Pita melebarPergerakan harga liar
Volatilitas rendah (SD kecil)Pita menyempitPergerakan harga tenang
Volatilitas meningkatPita melebar dari sebelumnyaMomentum meningkat
Volatilitas menurunPita menyempit dari sebelumnyaMomentum menurun

Interpretasi Dasar Bollinger Bands

A. Posisi Harga terhadap Pita

PosisiInterpretasiTindakan
Harga di atas Upper BandOverbought ekstrem (harga terlalu tinggi)Waspada koreksi
Harga di bawah Lower BandOversold ekstrem (harga terlalu rendah)Waspada rebound
Harga di dalam pitaNormalTidak ekstrem
Harga menyentuh Upper/Lower BandPotensi reversal atau kelanjutan?Lihat pola

B. Kemiringan Middle Band

Kemiringan Middle Band (SMA20)Interpretasi
Naik (miring ke atas)Tren naik (uptrend)
Turun (miring ke bawah)Tren turun (downtrend)
Datar (horizontal)Sideways / tidak ada tren

C. Lebar Pita (Bollinger Band Width)

Band Width adalah ukuran jarak antara Upper dan Lower Band:

text
Band Width = (Upper - Lower) / Middle
Band WidthInterpretasi
Menyempit (Squeeze)Volatilitas rendah, potensi breakout besar
MelebarVolatilitas tinggi, tren sedang berlangsung
MaksimumMungkin akhir dari tren
MinimumMungkin awal dari tren baru

Pola 1: Bollinger Squeeze

Bollinger Squeeze adalah kondisi di mana pita Bollinger menyempit sangat sempit, menandakan bahwa volatilitas pasar sangat rendah. Ini adalah periode “ketenangan sebelum badai”.

Karakteristik Squeeze:

CiriPenjelasan
Band Width sangat kecilPita atas dan bawah hampir berhimpitan
Harga sidewaysPergerakan harga datar dalam rentang sempit
DurasiBisa beberapa hari hingga beberapa minggu
Kapan terjadiBiasanya setelah periode volatilitas tinggi, pasar “bernafas”

Psikologi Squeeze:

Pasar sedang bingung atau jenuh. Tidak ada katalis baru. Trader menunggu. Pembeli dan penjual seimbang. Ini adalah fase “ketegangan” sebelum pergerakan besar.

Apa yang Terjadi Setelah Squeeze?

Hampir selalu diikuti oleh breakout (pergerakan harga signifikan) ke salah satu arah – naik atau turun. Semakin lama squeeze berlangsung, semakin kuat breakout yang terjadi.

Cara Trading Squeeze:

Langkah 1: Identifikasi Squeeze

  • Band Width sangat kecil (pita menyempit)
  • Harga bergerak sideways, sering di dalam pita
  • Durasi minimal beberapa hari

Langkah 2: Tunggu Breakout

  • Breakout ke atas → harga keluar dari Upper Band ke atas
  • Breakout ke bawah → harga keluar dari Lower Band ke bawah

Langkah 3: Entry

  • Entry beli jika harga breakout ke atas (candle menutup di atas Upper Band)
  • Entry jual jika harga breakout ke bawah (candle menutup di bawah Lower Band)

Langkah 4: Stop Loss

  • Di titik tengah squeeze (bagi dua lebar squeeze) atau di sisi berlawanan pita

Langkah 5: Target

  • Proyeksikan lebar squeeze ke arah breakout (lebar pita atx sebelum squeeze)

Kekuatan Sinyal Squeeze:

KondisiKekuatan
Squeeze panjang (minggu) + breakout disertai volume★★★★★
Squeeze pendek (hari)★★★
Squeeze + harga di atas MA 200 → breakout ke atas lebih mungkin★★★★

Ilustrasi Squeeze:

text
Pita atas:    \_______/   (menyempit)
                \     /
Pita tengah:     \   /
                  \ /
Pita bawah:        X   (sempit)

Setelah squeeze:
Pita atas:    /         \
              /           \
Pita tengah:  /             \
Pita bawah:  /               \
(Breakout ke atas, pita melebar lagi)

Pola 2: Walking the Band (Berjalan di Pita)

Walking the Band adalah kondisi di mana harga bergerak di sepanjang Upper Band (untuk uptrend) atau Lower Band (untuk downtrend) tanpa masuk ke dalam pita. Ini adalah tanda tren yang sangat kuat.

A. Walking the Upper Band (Uptrend Kuat)

Definisi: Harga bergerak di atas Middle Band dan menempel/mengikuti Upper Band naik, berkali-kali menyentuh atau bahkan sedikit menembus Upper Band, tetapi tidak masuk ke dalam pita.

Interpretasi:

  • Tren naik sangat kuat.
  • Pembeli mendominasi pasar.
  • Harga tidak mau turun (setiap kali koreksi langsung dibeli).

Tindakan:

  • Jangan jual selama harga masih walking the upper band.
  • Tahan posisi beli (jika ada).
  • Tidak perlu khawatir overbought selama masih walking the band.

Exit: Ketika harga mulai turun dan menembus Middle Band ke bawah.

B. Walking the Lower Band (Downtrend Kuat)

Definisi: Harga bergerak di bawah Middle Band dan menempel/mengikuti Lower Band turun.

Interpretasi:

  • Tren turun sangat kuat.
  • Penjual mendominasi pasar.

Tindakan:

  • Jangan beli.
  • Tahan posisi jual (jika ada).

Exit: Ketika harga mulai naik dan menembus Middle Band ke atas.

Walking the Band vs Bounce dari Pita:

KondisiArtiTindakan
Walking the Upper BandTren naik kuatTahan posisi beli
Harga menyentuh Upper Band lalu turun (bounce)Overbought, koreksiJual / exit beli
Walking the Lower BandTren turun kuatTahan posisi jual
Harga menyentuh Lower Band lalu naik (bounce)Oversold, reboundBeli / exit jual

Cara Membedakan Walking vs Bounce:

AspekWalking the BandBounce / Reversal
Kemiringan MA20Curam naik/turunDatar atau landai
Frekuensi sentuhanSering, berulangSekali lalu menjauh
VolumeKonsisten tinggiMenurun
Posisi hargaTetap di luar pitaMasuk ke dalam pita setelah sentuhan

Pola 3: Double Bottom di Lower Band (Bullish Reversal)

Double Bottom di Lower Band adalah pola pembalikan bullish yang terjadi ketika harga membentuk dua lembah (bottom) menyentuh atau melampaui Lower Band Bollinger, dengan pola yang mirip seperti Double Bottom pada chart harga.

Karakteristik Double Bottom di Lower Band:

KomponenPenjelasan
Lembah 1Harga turun dan menyentuh/menembus Lower Band
RallyHarga naik kembali, biasanya ke Middle Band atau lebih
Lembah 2Harga turun lagi, menyentuh Lower Band lagi, tetapi tidak lebih rendah dari lembah 1 (atau sedikit lebih rendah)
DivergenceBiasanya diikuti oleh divergence bullish pada RSI/MACD (opsional)
BreakoutHarga naik menembus Middle Band ke atas

Mengapa Pola Ini Kuat?

  • Double bottom di area oversold ekstrem (menyentuh Lower Band)
  • Konfirmasi bahwa support di level tersebut kuat (dua kali uji)
  • Momentum bearish gagal menembus lebih rendah

Cara Trading Double Bottom di Lower Band:

Langkah 1: Identifikasi

  • Harga menyentuh Lower Band (lembah 1)
  • Rally naik (tidak harus ke Upper Band)
  • Harga turun lagi menyentuh Lower Band (lembah 2) – bisa lebih tinggi atau sedikit lebih rendah dari lembah 1

Langkah 2: Tunggu Konfirmasi

  • Harga naik dan menembus Middle Band (SMA20) ke atas
  • Candle penutupan di atas Middle Band

Langkah 3: Entry Beli

  • Entry di candle setelah penembusan Middle Band

Langkah 4: Stop Loss

  • Di bawah lembah 2 (atau di bawah Lower Band)

Langkah 5: Target

  • Target 1: Upper Band
  • Target 2: 1-2x jarak lembah ke Middle Band

Contoh Double Bottom di Lower Band (Kasus):

Harga saham:

  • Lembah 1: 8.000 (menyentuh Lower Band di 8.050)
  • Rally: naik ke 8.500 (di atas Middle Band 8.300)
  • Lembah 2: turun ke 8.100 (masih menyentuh Lower Band)
  • Breakout: naik menembus Middle Band 8.300 ke atas
  • Entry beli di 8.400, stop loss di 8.000

Pola Terkait Lainnya

A. Double Top di Upper Band (Bearish Reversal)

Kebalikan dari double bottom di lower band. Terjadi ketika harga membentuk dua puncak menyentuh Upper Band. Sinyal jual setelah harga turun menembus Middle Band ke bawah.

B. M-Top (M Puncak) dan W-Bottom (W Dasar)

John Bollinger sendiri memperkenalkan pola M-Top dan W-Bottom sebagai pola reversal yang lebih kompleks di Bollinger Bands.

W-Bottom:

  • Bentuk seperti huruf W
  • Lembah 1 lebih rendah dari lembah 2
  • Terkait dengan double bottom di lower band
  • Sinyal beli

M-Top:

  • Bentuk seperti huruf M terbalik
  • Puncak 1 lebih tinggi dari puncak 2
  • Sinyal jual

Strategi Trading dengan Bollinger Bands

Strategi 1: Squeeze Breakout

Aturan:

  • Identifikasi squeeze (pita menyempit)
  • Tunggu breakout candle menutup di luar pita
  • Entry searah breakout
  • Stop loss di sisi berlawanan dari squeeze

Strategi 2: Walking the Band Trend Follow

Aturan:

  • Harga walking the upper band (tetap di atas MA20)
  • Tahan posisi beli
  • Exit saat harga menembus MA20 ke bawah

Strategi 3: Double Bottom di Lower Band (Reversal)

Aturan:

  • Dua lembah menyentuh Lower Band
  • Harga naik menembus MA20 ke atas
  • Entry beli
  • Target: Upper Band

Strategi 4: Bounce dari Pita (Mean Reversion)

Aturan untuk pasar sideways:

  • Harga menyentuh Lower Band → beli (dengan konfirmasi)
  • Harga menyentuh Upper Band → jual
  • Hanya di pasar sideways (MA20 datar, ADX < 25)

Strategi 5: Bollinger Bands + RSI

KombinasiSinyal
Harga di Lower Band + RSI oversold (< 30)Potensi beli kuat
Harga di Upper Band + RSI overbought (> 70)Potensi jual kuat
Walking Upper Band + RSI > 70 (tahan)Jangan jual, ikuti tren

Contoh Kasus Skenario

Skenario 1: Squeeze Breakout (Entry Beli)

Saham PT XYZ (daily chart) – Bollinger (20,2).

Kondisi:

  • Seminggu terakhir, band menyempit (squeeze)
  • Band Width sangat kecil (pita atas dan bawah berhimpitan)
  • Harga sideways di 10.000-10.200
  • Hari ini: harga breakout ke atas, candle menutup di 10.350 (di atas Upper Band)
  • Volume meningkat 2x lipat

Tindakan:

  • Entry beli di 10.400
  • Stop loss di 10.100 (di bawah titik tengah squeeze)
  • Target: proyeksikan lebar band = 200, target = 10.200 + 200 = 10.400? Sebenarnya target = 10.200 + (10.200-10.000) = 10.400. Atau lebih panjang: 2x lebar = 10.600.

Skenario 2: Walking the Upper Band (Tahan Posisi)

Saham PT ABC (daily chart).

Kondisi:

  • Harga dalam uptrend kuat dari 5.000 ke 7.000
  • Harga walking the upper band (selalu di atas MA20)
  • Harga menyentuh Upper Band berkali-kali, tetapi tidak masuk ke dalam pita
  • MA20 naik curam
  • Volume konsisten tinggi

Tindakan:

  • Tahan posisi beli (jika ada)
  • Jangan jual hanya karena harga menyentuh Upper Band
  • Exit jika harga turun menembus MA20 ke bawah (misal ke 6.800)

Skenario 3: Double Bottom di Lower Band (Entry Beli)

Saham PT DEF (daily chart).

Kondisi:

  • Lembah 1: harga turun ke 8.000, menyentuh Lower Band
  • Harga naik ke 8.500 (di atas MA20)
  • Lembah 2: harga turun ke 8.100, menyentuh Lower Band lagi (lebih tinggi dari 8.000)
  • Konfirmasi: harga naik dan menembus MA20 (8.300) ke atas
  • Volume meningkat

Tindakan:

  • Entry beli di 8.400
  • Stop loss di 7.950 (di bawah lembah 2)
  • Target: Upper Band (perkiraan 9.000)

Kelebihan Bollinger Bands

KelebihanPenjelasan
Menggabungkan volatilitasTidak seperti MA biasa, lebar band berubah mengikuti volatilitas
Mendeteksi squeezeMemberi tahu kapan breakout akan terjadi
Walking the bandMengidentifikasi tren kuat yang bisa diikuti
Reversal di bandDouble bottom/top memberi sinyal pembalikan
Level support/resistance dinamisBand atas/bawah berfungsi sebagai resistance/support
Dapat diaplikasikan di semua timeframeDari menit hingga bulanan

Kelemahan Bollinger Bands

KelemahanPenjelasan
False breakoutHarga bisa keluar dari band sesaat lalu kembali (false squeeze breakout)
Walking the band terlalu lamaBisa salah mengira sebagai reversal padahal lanjut tren
Tidak selalu reversal di bandHarga bisa menyentuh band berkali-kali tanpa reversal
Parameter tidak selalu optimal(20,2) untuk daily, perlu disesuaikan
Kurang efektif di sideways sempitBand akan melebar jika volatilitas tinggi

Memilih Parameter Bollinger Bands

Gaya TradingPeriodeDeviasiKeterangan
Scalping10-152Lebih sensitif
Day Trading15-202Seimbang
Swing Trading (Daily)202Standar
Swing Trading (4H)202Bisa pakai standar
Position Trading20-302-2.5Lebih lambat

Catatan: Untuk saham volatil tinggi (crypto), deviasi 2.5 bisa membantu mengurangi false signal. Untuk saham volatil rendah, deviasi 1.5 atau 1.8 bisa lebih sensitif.


Kombinasi Bollinger Bands dengan Indikator Lain

IndikatorKombinasiFungsi
RSIHarga di Lower Band + RSI < 30Konfirmasi oversold
ADXSqueeze + ADX < 20Konfirmasi volatilitas rendah
VolumeBreakout squeeze + volume tinggiKonfirmasi breakout
MACDDouble bottom + MACD bullish crossoverKonfirmasi reversal
Support/ResistanceHarga di band + di level kunciSinyal lebih kuat

Kesalahan Umum dalam Menggunakan Bollinger Bands

KesalahanPenjelasan
Menganggap menyentuh band otomatis reversalHarga bisa walking the band (trend kuat)
Entry di squeeze tanpa konfirmasi breakoutHarga bisa breakout palsu (false)
Mengabaikan volumeBreakout tanpa volume rendah akurasinya
Parameter default untuk semua sahamSetiap saham perlu penyesuaian
Menggunakan di timeframe terlalu rendahBanyak false signal di M5/M15
Tidak memperhatikan arah MA20Walking band tanpa MA20 curam tidak valid

Kapan Bollinger Bands Paling Efektif?

Kondisi PasarEfektivitas Bollinger BandsKeterangan
SidewaysEfektif (untuk bounce dari band)MA20 datar
Trending kuatSangat efektif (walking the band)MA20 curam
Volatilitas rendahEfektif (squeeze)Prediksi breakout
Volatilitas tinggiEfektif (band lebar)Menunjukkan level ekstrem
ReversalEfektif (double bottom/top di band)Sinyal reversal

Ringkasan Cepat Bollinger Bands

PolaKondisiSinyalTindakan
SqueezeBand menyempit, volatilitas rendahAkan breakoutSiap entry arah breakout
Breakout SqueezeHarga keluar dari band, volume tinggiArah breakoutEntry searah breakout
Walking Upper BandHarga menempel Upper Band, MA20 naikUptrend kuatTahan beli
Walking Lower BandHarga menempel Lower Band, MA20 turunDowntrend kuatTahan jual
Double Bottom di Lower BandDua lembah di band bawah, breakout ke atasBullish reversalBeli (setelah tembus MA20)
Double Top di Upper BandDua puncak di band atas, breakout ke bawahBearish reversalJual
Bounce Lower BandHarga sentuh band bawah lalu naik (di sideways)Oversold reboundBeli (sementara)
Bounce Upper BandHarga sentuh band atas lalu turun (di sideways)Overbought reversalJual

Aturan Emas Bollinger Bands:

  1. Jangan menganggap setiap sentuhan band sebagai reversal. Di trending kuat, harga bisa walking the band.
  2. Squeeze adalah sinyal bahwa breakout akan terjadi – bersiaplah, tetapi tunggu konfirmasi.
  3. Walking the band adalah sinyal tren kuat – ikuti, jangan diperangi.
  4. Double bottom di lower band adalah sinyal reversal yang andal.
  5. Gunakan volume untuk mengkonfirmasi breakout squeeze dan reversal.
  6. Perhatikan kemiringan MA20 – ini menentukan apakah pasar trending atau sideways.

Kesimpulan

Bollinger Bands adalah indikator serbaguna yang menggabungkan moving average (SMA20) dengan standar deviasi untuk menciptakan pita dinamis yang melebar dan menyempit mengikuti volatilitas.

Tiga pola utama Bollinger Bands:

Squeeze: Ketika pita menyempit sangat sempit, menandakan volatilitas rendah dan potensi breakout besar. Entry searah breakout setelah harga keluar dari pita dengan volume tinggi.

Walking the Band: Ketika harga berjalan di sepanjang Upper Band (uptrend kuat) atau Lower Band (downtrend kuat). Ini adalah sinyal tren sangat kuat – tahan posisi, jangan reversal.

Double Bottom di Lower Band: Pola reversal bullish ketika harga membentuk dua lembah menyentuh Lower Band, lalu naik menembus Middle Band. Sinyal beli yang andal.

Parameter standar Bollinger Bands adalah (20,2), optimal untuk daily chart. Untuk timeframe lain, parameter dapat disesuaikan.

Bollinger Bands paling efektif ketika dikombinasikan dengan indikator lain (RSI untuk konfirmasi overbought/oversold, ADX untuk filter squeeze, volume untuk konfirmasi breakout).

Seperti semua alat analisis teknikal, Bollinger Bands tidak boleh digunakan sendirian. Kombinasikan dengan konfirmasi candlestick, volume, dan manajemen risiko yang ketat.

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  2. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  3. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  4. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  5. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  6. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  7. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  8. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  9. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  10. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

Teknikal

    Platform analisa teknikal saham harian.


  • Halaman Depan
  • Artikel
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

  • Volume Spike
  • Top Win Rate
  • Top Profit
  • Top Gainer
  • Top Loser
  • Top Value
  • Top Volume
  • Top Frekuensi
  • Top Pembelian Asing

  • Top Penjualan Asing
  • Top Asing Net Buy
  • Top Asing Net Sell
  • Top Volume (Pasar Nego & Tunai)
  • Top Transaksi (Pasar Nego & Tunai)
  • Saham Termahal
  • Saham Termurah
  • Semua Saham

© 2025 Teknikal.Net - All rights reserved. Data provided for educational purposes only.
Dukung kami untuk mengelola website ini dengan membelikan secangkir kopi melalui Saweria. Terima kasih