Update: Kamis, 30 April 2026

ABMM

PT. ABM Investama Tbk.

Rp 2.950
-1.99%
Volume
20.931 lot
MA 5
2.992
MA 20
3.056
RSI
32.43
High
3.040
Low
2.890
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.17%
Support (10d)
2.890
Resistance (10d)
3.120
Volume Trend (10d)
+9.2%
Score
15
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
2.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.949 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ABMM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.17%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.890, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.120.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.746 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator berfokus pada arah harga: naik atau turun. Namun, ada satu aspek penting yang sering terlupakan oleh trader pemula, yaitu kecepatan perubahan harga atau yang lebih dikenal dengan volatilitas. Salah satu indikator yang dirancang khusus untuk menangkap dinamika ini adalah Chaikin Volatility. Berbeda dengan indikator volatilitas lain seperti Bollinger Bands atau ATR, Chaikin Volatility memiliki pendekatan unik dengan membandingkan rentang harga tertinggi dan terendah terhadap rata-rata pergerakannya. Siapa Pencipta Chaikin Volatility? Indikator ini dinamai sesuai dengan nama penciptanya, Marc Chaikin, seorang analis teknikal terkenal yang juga mengembangkan Chaikin Money Flow (CMF) dan Chaikin Oscillator. Chaikin Volatility pertama kali diperkenalkan sebagai alat untuk mengukur ekspansi dan kontraksi volatilitas harga. Rumus Dasar dan Cara Kerja Secara sederhana, Chaikin Volatility dihitung...

Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, sebagian besar trader hanya hafal pola-pola populer seperti doji, hammer, shooting star, atau engulfing. Namun, ada satu pola yang nyaris terlupakan, jarang dibahas dalam buku-buku mainstream, tetapi memiliki keunikan tersendiri dan tetap digunakan oleh para trader senior di Meksiko dan Amerika Latin. Pola itu bernama Trompo. Trompo (diucapkan: trom-po) adalah kata dalam bahasa Spanyol yang berarti "gasing" atau "topi putar". Dalam konteks candlestick, trompo adalah versi Meksiko dari apa yang dikenal secara internasional sebagai Spinning Top (gasing berputar). Namun, ada perbedaan filosofis dan interpretasi yang membuat trompo layak Anda pelajari sebagai tambahan wawasan. Meskipun jarang dipakai di kalangan trader Asia atau Eropa, memahami trompo akan memperkaya perangkat analisis Anda, terutama ketika Anda menghadapi kondisi pasar yang benar-benar bimbang. Apa...

Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick yang melibatkan banyak batang lilin cenderung memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan pola satu atau dua candlestick. Salah satu pola kompleks yang sangat jarang muncul namun membawa sinyal bearish yang kuat adalah Ladder Top. Pola lima candlestick ini adalah peringatan dini bahwa tren naik yang tampak kokoh sebenarnya sedang membangun fondasi yang rapuh. Bagi trader yang memahami Ladder Top, pola ini adalah kesempatan untuk keluar dari posisi long sebelum koreksi besar terjadi, atau bahkan mempersiapkan posisi short. Karakteristik Pola Ladder Top Ladder Top (puncak tangga) adalah pola yang terbentuk dari lima candlestick secara berurutan dalam konteks tren naik yang sudah berlangsung sebelumnya. Namanya diambil dari bentuk visualnya yang menyerupai tangga — harga naik bertahap namun kemudian diikuti...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  2. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  3. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  4. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  5. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  6. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  7. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  8. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  9. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  10. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem

TradingView Chart - ABMM