Update: Kamis, 30 April 2026

ARTA

PT. Arthavest Tbk

Rp 2.600
-4.41%
Volume
103 lot
MA 5
2.732
MA 20
2.811
RSI
23.64
High
2.950
Low
2.590
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.20%
Support (10d)
2.480
Resistance (10d)
2.950
Volume Trend (10d)
-78.1%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-3.35 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (23.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARTA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.20%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.480, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.950.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.356 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator berfokus pada arah harga: naik atau turun. Namun, ada satu aspek penting yang sering terlupakan oleh trader pemula, yaitu kecepatan perubahan harga atau yang lebih dikenal dengan volatilitas. Salah satu indikator yang dirancang khusus untuk menangkap dinamika ini adalah Chaikin Volatility. Berbeda dengan indikator volatilitas lain seperti Bollinger Bands atau ATR, Chaikin Volatility memiliki pendekatan unik dengan membandingkan rentang harga tertinggi dan terendah terhadap rata-rata pergerakannya. Siapa Pencipta Chaikin Volatility? Indikator ini dinamai sesuai dengan nama penciptanya, Marc Chaikin, seorang analis teknikal terkenal yang juga mengembangkan Chaikin Money Flow (CMF) dan Chaikin Oscillator. Chaikin Volatility pertama kali diperkenalkan sebagai alat untuk mengukur ekspansi dan kontraksi volatilitas harga. Rumus Dasar dan Cara Kerja Secara sederhana, Chaikin Volatility dihitung...

Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator digunakan untuk menentukan arah tren – apakah harga akan naik atau turun. Namun, ada satu indikator yang dirancang untuk menjawab pertanyaan yang berbeda: seberapa kuat tren tersebut? Indikator itu adalah ADX (Average Directional Index). ADX dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti RSI dan Parabolic SAR. ADX tidak memberi tahu Anda apakah tren sedang naik atau turun – ia hanya memberi tahu Anda seberapa kuat tren tersebut, terlepas dari arahnya. Untuk mengetahui arah tren, ADX dilengkapi dengan dua garis pendamping: Plus DI (+DI) dan Minus DI (-DI). Ketiganya – ADX, +DI, dan -DI – membentuk sistem Directional Movement Indicator (DMI) yang sangat powerful untuk menganalisis tren. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang ADX dan...

Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang mungkin paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu MACD (Moving Average Convergence Divergence). MACD dikembangkan oleh Gerald Appel pada akhir tahun 1970-an. Indikator ini dirancang untuk mengidentifikasi perubahan momentum, arah tren, dan kekuatan tren. MACD adalah indikator yang sangat serbaguna – ia dapat digunakan untuk menghasilkan sinyal beli/jual, mengkonfirmasi tren, dan mendeteksi potensi pembalikan harga. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang MACD, mulai dari komponen-komponennya, cara perhitungan, hingga tiga pola utama yang paling penting: Crossover, Histogram Divergence, dan Zero Line Crossing. Apa Itu MACD? MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator momentum yang mengikuti tren (trend-following momentum indicator). Ia menunjukkan hubungan antara dua moving average dari harga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  2. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  3. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  4. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  5. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  6. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  7. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  8. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  9. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  10. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan

TradingView Chart - ARTA