Update: Kamis, 30 April 2026

AHAP

PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk.

Rp 107
-1.83%
Volume
185.758 lot
MA 5
109
MA 20
116
RSI
38.30
High
114
Low
105
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.89%
Support (10d)
105
Resistance (10d)
131
Volume Trend (10d)
-49.2%
Score
40
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
1.90 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (38.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 457 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AHAP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.89%. Area support terdekat berada di sekitar Rp105, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp131.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 105, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Gartley, Bat, dan Butterfly, kini saatnya mengenal pola harmonic yang paling ekstrem di antara semuanya: pola Crab atau pola Kepiting. Pola Crab ditemukan dan dipopulerkan oleh Scott Carney, seorang ahli pola harmonic terkemuka. Pola ini dinamakan "Crab" (kepiting) karena bentuknya yang menyerupai kepiting dengan capit-capit yang menjulur ke luar. Namun, alasan lain di balik namanya adalah karena pola ini "mencapit" trader yang tidak waspada dengan pergerakan harga yang sangat ekstrem. Yang membedakan Crab dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di level 161.8% dari XA. Ini bahkan lebih ekstrem daripada Butterfly (127.2%). Titik D pada pola Crab berada sangat jauh di luar titik X, menandakan bahwa harga telah bergerak dalam kondisi yang...

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break

Dalam dunia analisis teknikal, banyak trader terlalu fokus pada harga dan melupakan satu komponen vital lainnya: volume. Padahal, volume adalah bahan bakar yang menggerakkan pasar. Tanpa volume, pergerakan harga seringkali tidak memiliki daya tahan. Salah satu indikator tertua namun paling andal yang menghubungkan harga dan volume adalah On Balance Volume (OBV). Dikembangkan oleh Joseph Granville pada tahun 1963, OBV bekerja dengan prinsip sederhana namun kuat: volume mendahului harga. Yang membuat OBV istimewa adalah kemampuannya mendeteksi dua pola paling powerful dalam trading, yaitu divergence dan trendline break. Kedua pola ini seringkali memberikan sinyal lebih awal dibandingkan indikator lainnya. Cara Menghitung OBV (Sederhana Sekali) Rumus OBV sangat mudah dipahami: Jika harga tutup lebih tinggi dari hari sebelumnya → OBV = OBV sebelumnya + Volume hari ini...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  2. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  3. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  4. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  5. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  6. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  7. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  8. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  9. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  10. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi

TradingView Chart - AHAP