Update: Kamis, 30 April 2026

ASBI

PT. Asuransi Bintang Tbk.

Rp 420
-0.47%
Volume
577 lot
MA 5
418
MA 20
419
RSI
56.52
High
430
Low
408
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.48%
Support (10d)
370
Resistance (10d)
472
Volume Trend (10d)
+691.0%
Score
65
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASBI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.48%. Area support terdekat berada di sekitar Rp370, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp472.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 428 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 462 - 483 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 391 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berusaha mengukur harga, momentum, atau volume. Namun, Bill Williams — psikolog, trader, dan penulis buku "Trading Chaos" — mengambil pendekatan yang berbeda. Ia menggunakan analogi alam untuk menjelaskan perilaku pasar. Salah satu kontribusinya yang paling unik adalah Alligator dan turunannya, Gator Oscillator. Gator Oscillator adalah indikator yang diturunkan dari Alligator. Jika Alligator menunjukkan kapan pasar sedang "tidur" (konsolidasi) atau "makan" (tren), maka Gator Oscillator mengukur "nafsu makan" alligator tersebut — seberapa besar mulutnya terbuka atau tertutup. Bagi trader yang ingin mengidentifikasi siklus konsolidasi dan tren secara visual, Gator Oscillator adalah alat yang unik dan intuitif. Karakteristik Gator Oscillator Gator Oscillator adalah indikator osilator yang menggambarkan selisih antara garis-garis pada Alligator (Rahang, Gigi, dan Bibir). Hasilnya adalah histogram batang...

The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross

Dalam analisis teknikal, Joe Ross adalah salah satu figur yang paling dihormati berkat pendekatannya yang sederhana namun efektif dalam membaca pergerakan harga. Salah satu kontribusi utamanya adalah The Hook Pattern—yang juga dikenal sebagai Ross Hook atau RH—sebuah pola reversal yang digunakan untuk mengidentifikasi titik di mana tren kemungkinan akan berakhir dan berbalik arah. Berbeda dengan pola reversal lain yang membutuhkan waktu lama untuk terbentuk, The Hook Pattern terkenal karena kesederhanaannya dan kemampuannya memberikan sinyal yang sangat awal. Pola ini merupakan bagian integral dari sistem trading Joe Ross yang lebih luas, yang juga mencakup The 1-2-3 Pattern, The 2B Pattern, dan The 1-2-3-4 Pattern. Karakteristik The Hook Pattern The Hook Pattern adalah pola reversal yang terbentuk ketika harga gagal melanjutkan tren dan kemudian "mengait" (hook)...

Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley dan Bat, kini saatnya mengenal pola harmonic yang ketiga: pola Butterfly atau pola Kupu-Kupu. Pola Butterfly ditemukan dan dipopulerkan oleh Bryce Gilmore dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Larry Pesavento dan Scott Carney. Pola ini dinamakan "Butterfly" (kupu-kupu) karena bentuknya yang simetris menyerupai sayap kupu-kupu yang terbentang. Yang membedakan Butterfly dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di luar titik X (bukan di antara X dan A seperti pada Gartley dan Bat). Titik D pada pola Butterfly berada di level 127.2% dari XA, artinya harga bergerak melampaui titik awal pola. Inilah yang membuat pola ini sangat menarik sekaligus berisiko. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Butterfly (baik bullish...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  2. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  3. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  4. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  5. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  6. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  7. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  8. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  9. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  10. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik

TradingView Chart - ASBI