Update: Kamis, 30 April 2026

ASMI

PT. Asuransi Maximus Graha Persada Tbk.

Rp 19
0.00%
Volume
55.341 lot
MA 5
19
MA 20
19
RSI
40.00
High
19
Low
19
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.61%
Support (10d)
19
Resistance (10d)
20
Volume Trend (10d)
+96.8%
Score
35
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
5.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 20 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASMI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.61%. Area support terdekat berada di sekitar Rp19, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp20.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 18 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal

Dalam dunia trading, terdapat sebuah pola candlestick yang diberi nama unik oleh komunitas trader: The Pinocchio Bar. Nama ini terinspirasi dari karakter Pinokio yang hidungnya memanjang setiap kali ia berbohong. Dalam konteks trading, Pinocchio Bar adalah candlestick yang "berbohong" tentang arah harga—ia menunjukkan pergerakan kuat ke satu arah (ditandai dengan sumbu yang sangat panjang), tetapi kemudian berbalik dan ditutup di dekat level pembukaan. Pola ini sangat populer di kalangan trader karena memberikan sinyal reversal yang jelas dan seringkali akurat, terutama ketika dikombinasikan dengan konfirmasi volume dan level support/resistance. Pinocchio Bar adalah salah satu pola favorit dalam price action trading karena kesederhanaan dan efektivitasnya. Karakteristik The Pinocchio Bar Pinocchio Bar adalah sebuah candlestick tunggal yang memiliki sumbu (wick/shadow) yang sangat panjang di satu sisi, sementara...

Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis

Dalam analisis teknikal saham, ada pola yang bentuknya begitu unik dan dramatis sehingga dinamakan seperti sebuah fenomena geografis. Pola itu adalah Island Reversal – atau pola "Pulau Terpencil". Island Reversal adalah salah satu pola pembalikan (reversal pattern) yang paling langka namun paling mudah dikenali. Pola ini terbentuk ketika sekelompok candlestick "terisolasi" dari pergerakan harga di sekitarnya oleh dua celah harga (gap) – satu gap masuk dan satu gap keluar – sehingga membentuk seperti sebuah pulau yang berdiri sendiri. Pola ini menandakan perubahan sentimen pasar yang sangat drastis dan tiba-tiba. Ketika terbentuk, Island Reversal sering kali diikuti oleh pergerakan harga yang cepat dan signifikan ke arah yang berlawanan. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Island Reversal, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi...

On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break

Dalam dunia analisis teknikal, banyak trader terlalu fokus pada harga dan melupakan satu komponen vital lainnya: volume. Padahal, volume adalah bahan bakar yang menggerakkan pasar. Tanpa volume, pergerakan harga seringkali tidak memiliki daya tahan. Salah satu indikator tertua namun paling andal yang menghubungkan harga dan volume adalah On Balance Volume (OBV). Dikembangkan oleh Joseph Granville pada tahun 1963, OBV bekerja dengan prinsip sederhana namun kuat: volume mendahului harga. Yang membuat OBV istimewa adalah kemampuannya mendeteksi dua pola paling powerful dalam trading, yaitu divergence dan trendline break. Kedua pola ini seringkali memberikan sinyal lebih awal dibandingkan indikator lainnya. Cara Menghitung OBV (Sederhana Sekali) Rumus OBV sangat mudah dipahami: Jika harga tutup lebih tinggi dari hari sebelumnya → OBV = OBV sebelumnya + Volume hari ini...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  2. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  3. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  4. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  5. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  6. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  7. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  8. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  9. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  10. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading

TradingView Chart - ASMI