Update: Kamis, 30 April 2026

ASSA

PT. Adi Sarana Armada Tbk.

Rp 805
-3.01%
Volume
119.798 lot
MA 5
833
MA 20
866
RSI
31.58
High
830
Low
790
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.47%
Support (10d)
790
Resistance (10d)
920
Volume Trend (10d)
+6.7%
Score
25
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-22.60 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (31.6)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -22.830 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASSA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 31.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.47%. Area support terdekat berada di sekitar Rp790, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp920.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 751 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick dua hari sering menjadi favorit trader karena kesederhanaannya. Namun, tidak semua pola dua hari memiliki kekuatan sinyal yang sama. Salah satu pola yang tergolong "lembut" dan membutuhkan konfirmasi ekstra adalah In-Neck Line. Pola ini sering dianggap sebagai "adik" dari On-Neck Line dan Piercing Line. Meskipun termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), sinyal yang dihasilkan In-Neck Line tidak sekuat kedua saudaranya. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan konfirmasi tambahan, pola ini tetap dapat dimanfaatkan untuk membaca peluang trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola In-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, perbedaannya dengan pola serupa, serta cara memanfaatkannya dengan bijak. Apa Itu Pola In-Neck Line? In-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin...

Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish

Dalam dunia trading saham, kemampuan mendeteksi titik balik harga dari turun menjadi naik adalah keterampilan yang sangat berharga. Salah satu pola candlestick yang paling andal untuk itu adalah Piercing Pattern. Pola dua candlestick ini sering dianggap sebagai "kembaran bullish" dari Dark Cloud Cover, namun dengan karakteristik dan psikologi yang unik. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Piercing Pattern, bagaimana cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan akurasi entry Anda. Apa Itu Piercing Pattern? Piercing Pattern (pola menusuk) adalah formasi pembalikan bullish (dari turun ke naik) yang terbentuk di akhir tren turun (downtrend). Pola ini terdiri dari dua candlestick dengan karakteristik sebagai berikut: Candlestick pertama: Bearish (merah/hitam) dengan tubuh panjang. Ini menunjukkan bahwa penjual (bear) masih...

Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berfokus pada harga penutupan (close) — mengabaikan apa yang terjadi di dalam periode perdagangan itu sendiri. Padahal, sebuah candlestick dengan badan panjang (jauh antara open dan close) memberikan informasi yang sangat berbeda dibandingkan candlestick dengan badan pendek, meskipun harga penutupannya sama. Di sinilah Qstick berperan. Dikembangkan oleh Tushar Chande, tokoh di balik indikator Chande Momentum Oscillator (CMO) dan banyak inovasi lainnya, Qstick adalah indikator yang menghitung selisih antara harga pembukaan dan harga penutupan yang dirata-ratakan selama periode tertentu. Hasilnya adalah ukuran yang lebih akurat tentang siapa yang benar-benar mengendalikan pasar — pembeli atau penjual — berdasarkan apa yang terjadi di dalam setiap candle. Karakteristik Qstick Qstick adalah indikator osilator yang mengukur selisih (open - close) atau (close - open)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  2. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  3. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  4. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  5. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  6. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  7. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  8. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  9. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  10. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum

TradingView Chart - ASSA