Update: Kamis, 30 April 2026

UNTD

PT. Terang Dunia Internusa Tbk.

Rp 86
-3.37%
Volume
151.870 lot
MA 5
88
MA 20
88
RSI
50.00
High
90
Low
84
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.82%
Support (10d)
84
Resistance (10d)
101
Volume Trend (10d)
+9.9%
Score
25
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
10.26 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8.055 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham UNTD saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.82%. Area support terdekat berada di sekitar Rp84, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp101.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 80 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley dan Bat, kini saatnya mengenal pola harmonic yang ketiga: pola Butterfly atau pola Kupu-Kupu. Pola Butterfly ditemukan dan dipopulerkan oleh Bryce Gilmore dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Larry Pesavento dan Scott Carney. Pola ini dinamakan "Butterfly" (kupu-kupu) karena bentuknya yang simetris menyerupai sayap kupu-kupu yang terbentang. Yang membedakan Butterfly dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di luar titik X (bukan di antara X dan A seperti pada Gartley dan Bat). Titik D pada pola Butterfly berada di level 127.2% dari XA, artinya harga bergerak melampaui titik awal pola. Inilah yang membuat pola ini sangat menarik sekaligus berisiko. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Butterfly (baik bullish...

Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah

Dalam perjalanan sebuah tren saham, ada kalanya pergerakan terasa begitu kuat, begitu cepat, dan begitu menggoda. Harga melesat naik dengan lompatan besar atau jatuh bebas tanpa ampun. Trader retail berlarian masuk karena takut ketinggalan. Namun, di sinilah bahaya sesungguhnya berada. Karena tidak semua lompatan harga adalah keberlanjutan. Beberapa di antaranya adalah Exhaustion Gap—celah terakhir yang dibuat oleh energi yang tersisa sebelum tren benar-benar mati. Exhaustion gap adalah sinyal peringatan paling akhir. Ia seperti nafas terakhir seorang pelari maraton sebelum akhirnya berhenti. Jika Anda bisa mengenalinya, Anda bisa keluar dari posisi tepat waktu atau bahkan membuka posisi berlawanan di titik yang hampir sempurna. Apa Itu Exhaustion Gap? Dalam analisis teknikal, gap (celah) adalah area kosong di chart di mana tidak ada aktivitas perdagangan terjadi. Harga...

Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi

Dalam analisis teknikal saham, dunia pola harmonic terus berkembang. Setelah mempelajari Gartley, Bat, Butterfly, Crab, Cypher, dan Deep Crab, kini saatnya mengenal pola harmonic yang relatif baru namun semakin populer: pola Shark atau pola Hiu. Pola Shark ditemukan oleh Scott Carney, penemu pola Crab dan Deep Crab. Pola ini dinamakan "Shark" (hiu) karena bentuknya yang menyerupai sirip hiu yang muncul di permukaan air – tiba-tiba, tajam, dan mematikan. Pola Shark dikenal karena kemampuannya menangkap titik pembalikan dengan presisi tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Yang membedakan Shark dari pola harmonic lainnya adalah strukturnya yang lebih sederhana (hanya memiliki 4 titik, bukan 5) dan rasio Fibonacci yang spesifik. Pola Shark adalah salah satu pola harmonic yang paling mudah diidentifikasi namun tetap memiliki tingkat akurasi yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  2. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  3. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  4. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  5. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  6. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  7. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  8. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  9. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  10. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan

TradingView Chart - UNTD