Update: Kamis, 30 April 2026

AYLS

PT. Agro Yasa Lestari Tbk.

Rp 198
-1.00%
Volume
25.660 lot
MA 5
197
MA 20
190
RSI
57.69
High
202
Low
194
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
5.79%
Support (10d)
189
Resistance (10d)
232
Volume Trend (10d)
-24.2%
Score
95
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-11.61 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 304 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AYLS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp189, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp232.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 198 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 228 - 248 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 188 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout

Dalam analisis teknikal, salah satu momen paling menegangkan adalah ketika harga berhasil menembus (breakout) dari suatu pola. Pertanyaan yang segera muncul: "Apakah saya harus langsung masuk, atau menunggu?" Terlalu cepat masuk, Anda bisa terjebak false breakout. Terlalu lambat masuk, Anda kehilangan sebagian besar keuntungan. Di sinilah The Wedge Pullback Pattern berperan. Pola ini memberikan kerangka kerja yang jelas untuk memasuki pasar setelah breakout dari wedge (baji), dengan memanfaatkan fenomena pullback (kembalinya harga ke area breakout) sebagai kesempatan entry kedua yang lebih aman. Karakteristik The Wedge Pullback Pattern The Wedge Pullback Pattern sebenarnya bukanlah pola candlestick atau pola grafik berdiri sendiri, melainkan sebuah strategi entry yang didasarkan pada perilaku harga setelah breakout dari wedge. Pola ini menggabungkan dua elemen: wedge (baji) sebagai pola awal, dan...

Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren

Dalam analisis teknikal, candlestick standar (Japanese candlestick) adalah alat yang sangat populer. Namun, ia memiliki satu kelemahan signifikan: noise. Fluktuasi harga harian seringkali menghasilkan candlestick yang berantakan, dengan bayangan panjang dan tubuh pendek yang sulit diinterpretasikan. Seorang trader Jepang (yang namanya tidak tercatat dalam sejarah) mengembangkan solusi untuk masalah ini. Ia menciptakan versi modifikasi dari candlestick yang disebut Heikin Ashi. Nama "Heikin Ashi" berasal dari bahasa Jepang: "Heikin" berarti rata-rata, dan "Ashi" berarti kaki atau batang (candlestick). Jadi, Heikin Ashi adalah candlestick rata-rata. Ia menghaluskan harga dengan cara yang cerdas, menghasilkan chart yang jauh lebih bersih dan tren yang jauh lebih mudah dibaca. Apa Itu Heikin Ashi? Heikin Ashi adalah teknik memodifikasi candlestick dengan menghitung nilai rata-rata dari harga open, high, low, dan close...

Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari Hammer (bullish) dan Hanging Man (bearish), kini saatnya mengenal satu pola bearish klasik lainnya: Shooting Star. Jika Hanging Man adalah "orang gantung" dengan sumbu panjang ke bawah, maka Shooting Star adalah kebalikannya—sumbu panjang menjulang ke atas bagaikan bintang jatuh di langit malam. Dalam analisa teknikal saham, Shooting Star dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan bearish yang paling dapat diandalkan, terutama ketika muncul di puncak tren naik yang panjang. Namanya sendiri mengandung makna: bintang jatuh membawa harapan (bull) yang kemudian padam dan berubah menjadi kehancuran (bear). Apa Itu Shooting Star (Bearish)? Secara visual, Shooting Star terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  2. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  3. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  4. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  5. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  6. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  7. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  8. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  9. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  10. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren

TradingView Chart - AYLS