Update: Kamis, 30 April 2026

SOCI

PT. Soechi Lines Tbk.

Rp 488
-0.81%
Volume
164.337 lot
MA 5
488
MA 20
501
RSI
48.70
High
500
Low
470
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.45%
Support (10d)
470
Resistance (10d)
565
Volume Trend (10d)
-49.7%
Score
10
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
7.49 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9.491 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SOCI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp470, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp565.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 447 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham

Dalam dunia analisa teknikal saham, pola candlestick adalah salah satu alat paling populer untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Dari sekian banyak pola yang ada, pola dua candlestick sering menjadi favorit karena kemudahan membacanya. Salah satu pola yang paling kuat dan cukup sering muncul adalah Tweezer Top. Apa itu Tweezer Top, bagaimana cara mengidentifikasinya, dan bagaimana strategi terbaik untuk meresponsnya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. Apa Itu Pola Tweezer Top? Secara sederhana, Tweezer Top adalah pola candlestick bearish reversal (pembalik penurunan) yang terbentuk di puncak tren naik. Pola ini terdiri dari dua candlestick dengan sumbu atas (upper shadow) yang panjang dan kurang lebih berada di level harga yang sama. Nama "Tweezer" (penjepit) diambil dari bentuk visualnya yang mirip dengan dua ujung penjepit...

Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah

Dalam hiruk-pikuk grafik saham yang penuh dengan fluktuasi harga, terkadang hal yang paling sederhana justru menyimpan makna paling dalam. Salah satu pola candlestick yang sering terlewatkan oleh trader pemula adalah Matching Low. Pola ini terbentuk dari dua candlestick yang memiliki harga penutupan yang sama di level rendah, dan meskipun tampak sederhana, ia dapat memberikan sinyal potensi pembalikan bullish yang cukup andal. Bagi trader yang jeli, Matching Low adalah salah satu alat untuk mendeteksi titik di mana tekanan jual mulai kehabisan tenaga. Karakteristik Pola Matching Low Matching Low adalah pola yang terbentuk dari dua candlestick dalam konteks tren turun. Nama "Matching Low" secara harfiah berarti "menyamakan level rendah" — yaitu harga penutupan yang sama. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai berikut: Candlestick Pertama (Hari 1): Berwarna hitam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  2. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  3. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  4. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  5. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  6. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  7. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  8. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  9. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  10. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish

TradingView Chart - SOCI