Update: Kamis, 30 April 2026

BGTG

PT. Bank Ganesha Tbk.

Rp 121
-0.82%
Volume
91.823 lot
MA 5
122
MA 20
120
RSI
59.26
High
122
Low
118
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.80%
Support (10d)
118
Resistance (10d)
130
Volume Trend (10d)
-0.5%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-6.20 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (59.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8.646 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BGTG saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 59.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp118, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp130.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 130 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 143, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 118 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya

Di pasar saham, ada sebuah fakta yang sering terlupakan: harga yang naik tanpa diikuti volume yang sehat ibarat mobil tanpa bensin. Cepat atau lambat, ia akan berhenti. Sebagian besar indikator volume hanya memberi tahu Anda berapa banyak saham yang berpindah tangan. Namun, mereka tidak membedakan apakah volume tersebut berasal dari aksi akumulasi (pembelian sistematis oleh investor pintar) atau distribusi (penjualan diam-diam sebelum harga jatuh). Di sinilah Accumulation/Distribution Line (A/D Line) berperan. Indikator ini dirancang untuk menjawab pertanyaan paling penting dalam trading: Apakah uang sedang mengalir masuk atau keluar dari saham ini? Siapa Pencipta A/D Line? Accumulation/Distribution Line dikembangkan oleh Marc Chaikin, analis teknikal legendaris yang juga menciptakan Chaikin Volatility dan Chaikin Oscillator. Chaikin menyadari bahwa volume saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah di...

Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar

Dalam dunia analisis teknikal saham, banyak trader hanya berfokus pada harga dan volume standar. Namun, ada alat yang lebih tajam untuk membedah pertarungan sesungguhnya antara pembeli dan penjual: Cumulative Volume Delta (CVD) dan konsep Delta Divergence. Jika Anda ingin memahami mengapa harga naik tapi sebenarnya kelemahan sedang terjadi, atau mengapa harga turun tapi justru ada sinyal pembelian besar, maka artikel ini wajib Anda baca. Apa Itu Volume Delta? Sebelum memahami CVD, kita harus paham dulu apa itu Volume Delta. Dalam setiap candlestick, terjadi transaksi jual dan beli. Volume Delta adalah selisih antara volume yang terjadi di bid price (tekanan jual) dan volume di ask price (tekanan beli). Rumus sederhananya: Delta = Volume Ask (Beli Aktif) – Volume Bid (Jual Aktif) Delta Positif (+) :...

Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, tidak semua pola dirancang untuk menangkap pembalikan harga. Beberapa pola justru dirancang untuk menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan terus berlanjut. Salah satu pola continuation paling andal dalam kondisi bearish adalah Falling Three Methods (Tiga Metode Turun). Pola ini mungkin terlihat membingungkan—mengapa setelah turun tiba-tiba naik? Namun, justru "naik" sementara inilah yang menjadi jebakan bagi trader yang tidak waspada. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Falling Three Methods, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan untuk melindungi modal dan memanfaatkan tren turun. Apa Itu Falling Three Methods? Falling Three Methods adalah pola continuation bearish (kelanjutan tren turun) yang terdiri dari lima candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola tiga candlestick...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  2. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  3. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  4. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  5. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  6. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  7. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  8. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  9. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  10. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik

TradingView Chart - BGTG