Update: Rabu, 13 Mei 2026

BIPI

PT. Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk.

Rp 220
+11.11%
Volume
15.726.946 lot
MA 5
216
MA 20
252
RSI
27.16
High
230
Low
195
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.56%
Support (10d)
193
Resistance (10d)
262
Volume Trend (10d)
-25.5%
Score
55
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
22.22 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (27.2) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -112.992 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BIPI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp193, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp262.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 262 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 288, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 193 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti

Dalam analisis teknikal, volume adalah salah satu alat paling penting untuk mengonfirmasi pergerakan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi yang justru sebaliknya: volume sangat besar tetapi harga hampir tidak bergerak atau berhenti sama sekali. Kondisi ini dikenal sebagai Stopping Volume. Istilah ini dipopulerkan oleh Richard Wyckoff, salah satu analis teknikal paling berpengaruh di awal abad ke-20. Stopping volume adalah salah satu konsep kunci dalam metodologi Wyckoff untuk mengidentifikasi titik-titik di mana tren sedang kehabisan tenaga dan akan berbalik arah. Karakteristik Stopping Volume Stopping volume adalah kondisi pasar yang sangat spesifik, di mana terjadi lonjakan volume perdagangan yang signifikan namun harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Ciri-ciri spesifiknya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  2. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  3. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  4. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  5. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  6. Aturan Praktis yang Tak Lekang Waktu: Memahami Strategi Alokasi 100 Dikurangi Usia
  7. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  8. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  9. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  10. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?

TradingView Chart - BIPI