Update: Kamis, 30 April 2026

BISI

PT. BISI International Tbk.

Rp 750
-2.60%
Volume
10.037 lot
MA 5
764
MA 20
810
RSI
23.33
High
770
Low
745
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.31%
Support (10d)
745
Resistance (10d)
855
Volume Trend (10d)
+201.3%
Score
45
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-11.76 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (23.3) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.516 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BISI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.31%. Area support terdekat berada di sekitar Rp745, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp855.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 745, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga

Dalam dunia analisa teknikal saham, ada beberapa pola candlestick yang namanya terdengar cukup mengerikan. Salah satunya adalah Gravestone Doji. Nama "batu nisan" bukanlah pilihan yang kebetulan—pola ini sering muncul tepat sebelum harga saham "meninggal" atau jatuh dengan tajam. Namun jangan takut. Sebagai trader yang cerdas, Anda justru perlu mengenali pola ini agar bisa keluar sebelum kejatuhan atau bahkan memanfaatkan momen untuk short selling. Artikel ini akan membedah tuntas Gravestone Doji: ciri, makna psikologis, cara validasi, dan strategi tradingnya. Apa Itu Gravestone Doji? Gravestone Doji adalah varian spesial dari pola Doji yang memiliki bentuk sangat khas: Badan lilin sangat pendek (harga buka = harga tutup, atau hampir sama) Sumbu atas (upper shadow) panjang (bisa sangat panjang) Tidak memiliki sumbu bawah (atau sumbu bawah sangat pendek, hampir tidak ada) Secara visual, Gravestone Doji...

Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan

Dalam perjalanan tren turun yang panjang, seringkali kita melihat candlestick-candlestick besar berwarna hitam yang mengintimidasi. Namun, ketika tren mulai kehabisan napas, muncullah candlestick-candlestick kecil yang mungkin terlihat tidak berarti. Salah satu pola yang memanfaatkan fenomena ini adalah Pipe Bottom. Pola sederhana namun kuat ini terbentuk dari candlestick kecil di akhir downtrend dan dapat menjadi sinyal awal pembalikan bullish. Bagi trader yang jeli, Pipe Bottom adalah "pipa" yang menghubungkan fase penurunan dengan fase pemulihan. Karakteristik Pola Pipe Bottom Pipe Bottom (dasar pipa) adalah pola yang terbentuk dalam konteks tren turun, dengan ciri utama adanya candlestick kecil (atau beberapa candlestick kecil) di level bottom. Nama "Pipe" diambil dari bentuk visualnya yang menyerupai pipa — sebuah batang kecil vertikal (candlestick kecil) yang menjadi fondasi di dasar penurunan....

Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader fokus pada harga dan volume. Mereka bertanya: "Di mana support dan resistance?" atau "Seberapa besar volume hari ini?" Namun, ada pertanyaan mendasar yang jarang diajukan: Kapan? Kapan harga cenderung naik? Kapan cenderung turun? Apakah ada pola waktu yang berulang? Inilah ranah Time Cycles (Siklus Waktu). Time Cycles adalah studi tentang pola-pola periodik dalam pergerakan harga yang terkait dengan waktu. Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa perilaku manusia (termasuk trading) bersifat siklus dan berulang. Apa Itu Time Cycles? Time Cycles adalah metode analisis teknikal yang mempelajari pola-pola berulang dalam pergerakan harga berdasarkan interval waktu tertentu. Alih-alih bertanya "di mana harga akan pergi?", Time Cycles bertanya "kapan harga cenderung bergerak?" Filosofi dasar Time Cycles: Perilaku pasar tidak acak, tetapi mengikuti...

Artikel menarik lainnya:

  1. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  2. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  3. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  4. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  5. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  6. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  7. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  8. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  9. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  10. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas

TradingView Chart - BISI