Update: Kamis, 30 April 2026

CBDK

PT. Bangun Kosambi Sukses Tbk.

Rp 4.630
+0.43%
Volume
32.567 lot
MA 5
4.634
MA 20
4.792
RSI
39.71
High
4.810
Low
4.530
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.20%
Support (10d)
4.500
Resistance (10d)
5.200
Volume Trend (10d)
-27.6%
Score
15
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-3.94 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (39.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.111 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CBDK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.20%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.200.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.275 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai indikator momentum seperti RSI, Stochastic, dan CCI, kini saatnya mengenal indikator yang sangat sederhana namun powerful: Williams %R (atau sering disebut Williams Percent Range). Williams %R dikembangkan oleh Larry Williams, seorang trader legendaris yang juga dikenal dengan berbagai kontribusinya dalam analisis teknikal. Indikator ini hampir identik dengan Stochastic Oscillator (Fast Stochastic), tetapi dengan satu perbedaan mendasar: Williams %R diplot dalam skala negatif (dari 0 hingga -100), sementara Stochastic diplot positif (0 hingga 100). Williams %R dirancang untuk mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual), serta memberikan sinyal entry dan exit yang jelas. Karena kesederhanaannya, indikator ini sangat populer di kalangan trader pemula maupun profesional. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Williams %R, mulai dari...

Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands (berbasis standar deviasi) dan Keltner Channel (berbasis ATR), kini saatnya mengenal channel yang paling sederhana namun sangat powerful untuk menangkap breakout: Donchian Channel. Donchian Channel dikembangkan oleh Richard Donchian, seorang trader legendaris yang dianggap sebagai "Bapak Trend Following". Donchian Channel adalah salah satu indikator tertua dalam analisis teknikal, digunakan sejak tahun 1940-an. Indikator ini menjadi fondasi dari banyak sistem trading trend following terkenal, termasuk sistem "Turtle Trading" yang legendaris. Keunikan Donchian Channel adalah ia tidak menghitung rata-rata atau deviasi – ia hanya mencatat harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu. Hasilnya adalah channel yang sangat responsif terhadap pergerakan harga, namun tetap memberikan level support/resistance yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Donchian Channel, mulai...

Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader fokus pada harga dan volume. Mereka bertanya: "Di mana support dan resistance?" atau "Seberapa besar volume hari ini?" Namun, ada pertanyaan mendasar yang jarang diajukan: Kapan? Kapan harga cenderung naik? Kapan cenderung turun? Apakah ada pola waktu yang berulang? Inilah ranah Time Cycles (Siklus Waktu). Time Cycles adalah studi tentang pola-pola periodik dalam pergerakan harga yang terkait dengan waktu. Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa perilaku manusia (termasuk trading) bersifat siklus dan berulang. Apa Itu Time Cycles? Time Cycles adalah metode analisis teknikal yang mempelajari pola-pola berulang dalam pergerakan harga berdasarkan interval waktu tertentu. Alih-alih bertanya "di mana harga akan pergi?", Time Cycles bertanya "kapan harga cenderung bergerak?" Filosofi dasar Time Cycles: Perilaku pasar tidak acak, tetapi mengikuti...

Artikel menarik lainnya:

  1. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  2. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  3. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  4. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  5. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  6. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  7. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  8. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  9. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  10. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance

TradingView Chart - CBDK