Update: Kamis, 30 April 2026

BJBR

PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Rp 870
-0.57%
Volume
112.333 lot
MA 5
864
MA 20
847
RSI
65.22
High
885
Low
865
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.86%
Support (10d)
845
Resistance (10d)
885
Volume Trend (10d)
+85.2%
Score
85
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
8.07 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (65.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6.095 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BJBR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 65.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp845, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp885.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 870 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.001 - 1.088 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 827 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga

Dalam dunia analisa teknikal saham, ada beberapa pola candlestick yang namanya terdengar cukup mengerikan. Salah satunya adalah Gravestone Doji. Nama "batu nisan" bukanlah pilihan yang kebetulan—pola ini sering muncul tepat sebelum harga saham "meninggal" atau jatuh dengan tajam. Namun jangan takut. Sebagai trader yang cerdas, Anda justru perlu mengenali pola ini agar bisa keluar sebelum kejatuhan atau bahkan memanfaatkan momen untuk short selling. Artikel ini akan membedah tuntas Gravestone Doji: ciri, makna psikologis, cara validasi, dan strategi tradingnya. Apa Itu Gravestone Doji? Gravestone Doji adalah varian spesial dari pola Doji yang memiliki bentuk sangat khas: Badan lilin sangat pendek (harga buka = harga tutup, atau hampir sama) Sumbu atas (upper shadow) panjang (bisa sangat panjang) Tidak memiliki sumbu bawah (atau sumbu bawah sangat pendek, hampir tidak ada) Secara visual, Gravestone Doji...

Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan

Setelah mempelajari berbagai pola satu candlestick seperti Hammer, Hanging Man, dan Shooting Star, kini saatnya mengenal satu pola bullish yang seringkali terlewatkan oleh trader pemula: Inverted Hammer (Bullish). Jika Hammer adalah "palu" normal dengan gagang panjang di bawah, maka Inverted Hammer adalah kebalikannya—gagang panjang menjulang ke atas, tubuh kecil di bawah. Bentuknya memang mirip dengan Shooting Star (bearish), namun maknanya sama sekali berbeda karena posisinya yang unik. Dalam analisa teknikal saham, Inverted Hammer adalah salah satu sinyal pembalikan bullish yang paling underrated. Ia sering muncul di momen-momen kritis ketika pasar sedang "mencari dasar" setelah jatuh panjang. Apa Itu Inverted Hammer (Bullish)? Secara visual, Inverted Hammer terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang,...

Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu

Dalam dunia analisis teknikal, hampir semua chart yang Anda kenal memiliki satu kesamaan: sumbu waktu. Chart candlestick, bar chart, line chart – semuanya menempatkan waktu sebagai komponen fundamental. Setiap candle mewakili periode waktu tertentu: 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu. Namun, ada satu jenis chart yang membuang konsep waktu sepenuhnya. Ia tidak peduli apakah harga bergerak dalam 1 menit atau 1 bulan. Yang ia pedulikan hanyalah seberapa besar harga bergerak. Chart itu adalah Renko Chart, juga dikenal sebagai pola bata (brick chart). Renko berasal dari kata Jepang "renga" yang berarti bata. Dan memang, chart ini terdiri dari deretan "bata" yang tersusun rapi, masing-masing mewakili pergerakan harga dengan ukuran tetap. Apa Itu Renko Chart? Renko Chart adalah jenis chart yang dibangun berdasarkan pergerakan...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  2. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  3. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  4. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  5. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  6. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  7. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  8. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  9. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  10. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

TradingView Chart - BJBR