Update: Kamis, 30 April 2026

PTPS

PT. Pulau Subur Tbk.

Rp 180
-0.55%
Volume
88.841 lot
MA 5
181
MA 20
185
RSI
42.42
High
182
Low
175
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.14%
Support (10d)
175
Resistance (10d)
193
Volume Trend (10d)
+31.9%
Score
15
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-4.76 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (42.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.749 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTPS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp175, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp193.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 166 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"

Dalam analisis teknikal saham, ada indikator yang dinamai sesuai dengan hewan buas yang dikenal dengan kesabarannya dalam berburu – Alligator (Buaya). Indikator ini dikembangkan oleh Bill Williams, seorang trader legendaris yang juga menciptakan indikator lain seperti Awesome Oscillator dan Fractals. Alligator adalah indikator yang dirancang untuk membantu trader mengidentifikasi apakah pasar sedang "tidur" (sideways/ konsolidasi) atau "bangun" (trending/ bergerak). Konsepnya sederhana: seekor buaya yang tidur (garis-garis menyempit) akan segera bangun dan membuka mulutnya lebar-lebar (garis-garis melebar) untuk berburu korbannya – dalam hal ini, pergerakan harga yang kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang indikator Alligator, mulai dari filosofi di baliknya, komponen garis-garis, cara membaca fase tidur dan bangun, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Indikator Alligator? Alligator adalah indikator teknikal yang terdiri...

Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola memiliki nama yang mudah diingat karena menyerupai bentuk geometris atau benda sehari-hari. Namun, ada satu pola dengan nama yang cukup unik dan deskriptif: Bump and Run (BARR) – pola di mana harga "menabrak" (bump) lalu "berlari" (run) ke arah sebaliknya. Pola Bump and Run pertama kali dikembangkan oleh Thomas Bulkowski, seorang penulis terkenal di bidang analisis teknikal. Pola ini tergolong jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia mampu memberikan sinyal pembalikan yang sangat kuat, baik bullish maupun bearish. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Bump and Run (BARR), mulai dari karakteristik, tiga fase utamanya, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Bump and Run (BARR)? Bump and Run (BARR) adalah...

Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari RSI sebagai indikator momentum, kini saatnya mengenal indikator momentum lain yang sangat populer dan sering digunakan bersama RSI, yaitu Stochastic Oscillator. Stochastic dikembangkan oleh George Lane pada akhir tahun 1950-an. Berbeda dengan RSI yang membandingkan kenaikan dan penurunan harga, Stochastic mengukur posisi harga penutupan (close) relatif terhadap rentang harga (high-low) dalam periode tertentu. Konsep dasarnya: dalam tren naik, harga cenderung menutup di dekat titik tertinggi; dalam tren turun, harga cenderung menutup di dekat titik terendah. Stochastic memiliki tiga varian utama – Fast Stochastic, Slow Stochastic, dan Full Stochastic – serta pola paling penting yaitu crossover %K dan %D. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Stochastic Oscillator, mulai dari cara perhitungan, perbedaan ketiga varian, interpretasi dasar (overbought/oversold), pola...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  2. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  3. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  4. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  5. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  6. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  7. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  8. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  9. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  10. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order

TradingView Chart - PTPS