Update: Kamis, 30 April 2026

BMSR

PT. Bintang Mitra Semestaraya Tbk

Rp 328
-3.53%
Volume
229 lot
MA 5
333
MA 20
335
RSI
39.13
High
348
Low
328
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.44%
Support (10d)
326
Resistance (10d)
360
Volume Trend (10d)
-67.4%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
3.80 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (39.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 26 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BMSR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.44%. Area support terdekat berada di sekitar Rp326, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp360.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 310 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick dua hari sering menjadi favorit trader karena kesederhanaannya. Namun, tidak semua pola dua hari memiliki kekuatan sinyal yang sama. Salah satu pola yang tergolong "lembut" dan membutuhkan konfirmasi ekstra adalah In-Neck Line. Pola ini sering dianggap sebagai "adik" dari On-Neck Line dan Piercing Line. Meskipun termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), sinyal yang dihasilkan In-Neck Line tidak sekuat kedua saudaranya. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan konfirmasi tambahan, pola ini tetap dapat dimanfaatkan untuk membaca peluang trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola In-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, perbedaannya dengan pola serupa, serta cara memanfaatkannya dengan bijak. Apa Itu Pola In-Neck Line? In-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin...

Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley sebagai "induk" dari pola harmonic, kini saatnya mengenal salah satu turunannya yang paling populer: pola Bat. Pola Bat ditemukan dan dipopulerkan oleh Scott Carney, seorang ahli pola harmonic. Pola ini merupakan penyempurnaan dari pola Gartley dengan rasio Fibonacci yang berbeda. Dinamakan "Bat" (kelelawar) karena bentuknya yang menyerupai kelelawar dengan sayap terbentang. Pola Bat dianggap sebagai salah satu pola harmonic yang paling akurat karena titik pembalikannya (titik D) berada di level Fibonacci 88.6% dari XA, yang sering kali merupakan level reversal yang sangat kuat. Pola ini cukup populer di kalangan trader harmonic karena memberikan rasio risk-reward yang sangat menarik. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Bat (baik bullish maupun bearish), mulai dari karakteristik, rasio Fibonacci...

Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan

Dalam analisis teknikal candlestick, sebagian besar pola yang populer memiliki nama-nama yang terdengar agresif: Hammer (palu), Shooting Star (bintang jatuh), Dark Cloud Cover (awan gelap), atau Three Black Crows (tiga gagak hitam). Namun, ada satu pola yang namanya terdengar jauh lebih damai: Homing Pigeon atau "Merpati Pemandu". Dinamakan demikian karena pola ini seperti merpati yang membawa kabar baik di tengah badai. Homing Pigeon adalah pola pembalikan bullish yang muncul di akhir downtrend, memberi sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah dan harga berpotensi berbalik naik. Mari kita bedah pola yang sering terlewat namun cukup akurat ini. Apa Itu Homing Pigeon? Homing Pigeon adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal) yang terdiri dari dua candlestick dan muncul setelah downtrend yang sudah berlangsung. Pola ini termasuk dalam kategori...

Artikel menarik lainnya:

  1. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  2. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  3. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  4. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  5. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  6. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  7. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  8. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  9. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  10. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah

TradingView Chart - BMSR