Update: Kamis, 30 April 2026

BNGA

PT. Bank CIMB Niaga Tbk.

Rp 1.670
-1.47%
Volume
56.890 lot
MA 5
1.759
MA 20
1.816
RSI
27.27
High
1.700
Low
1.670
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.04%
Support (10d)
1.670
Resistance (10d)
1.920
Volume Trend (10d)
+214.9%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-5.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -31.456 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNGA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.670, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.920.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.587 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, sebagian besar pola tiga candlestick berfokus pada pembalikan tren (reversal). Namun, ada satu pola yang justru menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan berlanjut—bukan berbalik. Pola itu adalah Rising Three Methods (Tiga Metode Naik). Pola ini mungkin terlihat membingungkan pada pandangan pertama—mengapa setelah naik tiba-tiba turun? Namun, justru "turun" sementara inilah yang menjadi kunci kekuatan pola ini. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Rising Three Methods, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Rising Three Methods? Rising Three Methods adalah pola continuation bullish (kelanjutan tren naik) yang terdiri dari lima candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola tiga candlestick karena pola dasarnya adalah "tiga metode" dengan beberapa variasi. Pola...

Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

Di antara berbagai pola grafik dalam analisis teknikal, ada satu pola yang sering dianggap sebagai "sepupu dekat" dari Bullish Flag, yaitu Bullish Pennant. Pola ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari flag, namun tetap memberikan sinyal kelanjutan tren naik yang andal. Apa Itu Bullish Pennant? Bullish Pennant adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga naik secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi yang membentuk segitiga simetris yang mengecil (converging triangle). Bentuknya menyerupai umbul-umbul atau panji (pennant) yang runcing di ujungnya, dengan tiang bendera sebagai awal pergerakan. Perbedaan utama dengan Bullish Flag terletak pada bentuk area konsolidasinya. Jika flag membentuk saluran paralel atau sedikit menurun, maka pennant membentuk dua garis tren yang saling bertemu (converging), menciptakan pola segitiga yang...

Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator bersifat lagging (terlambat) — mereka memberi tahu Anda apa yang sudah terjadi, bukan apa yang akan terjadi. Moving average, RSI, MACD, semuanya menghitung data historis. Tapi bagaimana jika ada indikator yang mencoba memprediksi harga di masa depan? Time Series Forecast adalah salah satu dari sedikit indikator yang bersifat leading (memimpin). Dikembangkan oleh analis teknikal terkenal, indikator ini menggunakan analisis regresi linier untuk memproyeksikan harga masa depan berdasarkan tren historis. Hasilnya adalah garis yang "meramalkan" di mana harga kemungkinan akan berada dalam beberapa periode ke depan. Bagi trader yang ingin mendapatkan gambaran tentang arah harga jangka pendek hingga menengah, Time Series Forecast adalah alat yang unik dan menarik. Karakteristik Time Series Forecast Time Series Forecast adalah indikator yang menghitung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  2. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  3. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  4. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  5. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  6. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  7. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  8. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  9. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  10. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun

TradingView Chart - BNGA