Update: Kamis, 30 April 2026

BRNA

PT. Berlina Tbk.

Rp 660
-3.65%
Volume
306 lot
MA 5
704
MA 20
665
RSI
52.94
High
685
Low
655
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.90%
Support (10d)
600
Resistance (10d)
950
Volume Trend (10d)
+2,439.9%
Score
50
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-4.35 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -245 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRNA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp600, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp950.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 600, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

Di antara berbagai pola grafik dalam analisis teknikal, ada satu pola yang sering dianggap sebagai "sepupu dekat" dari Bullish Flag, yaitu Bullish Pennant. Pola ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari flag, namun tetap memberikan sinyal kelanjutan tren naik yang andal. Apa Itu Bullish Pennant? Bullish Pennant adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga naik secara tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi yang membentuk segitiga simetris yang mengecil (converging triangle). Bentuknya menyerupai umbul-umbul atau panji (pennant) yang runcing di ujungnya, dengan tiang bendera sebagai awal pergerakan. Perbedaan utama dengan Bullish Flag terletak pada bentuk area konsolidasinya. Jika flag membentuk saluran paralel atau sedikit menurun, maka pennant membentuk dua garis tren yang saling bertemu (converging), menciptakan pola segitiga yang...

Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Ascending Triangle sebagai pola kelanjutan bullish, kini saatnya mengenal saudaranya yang berada di sisi sebaliknya: Descending Triangle. Descending Triangle adalah kebalikan dari Ascending Triangle. Jika Ascending Triangle adalah pola bullish, maka Descending Triangle adalah pola bearish. Ia terbentuk di tengah tren turun dan menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, harga kemungkinan besar akan melanjutkan penurunannya. Pola ini sangat dicari oleh trader yang ingin mengambil posisi jual (short) karena memberikan sinyal jual yang cukup akurat dengan target harga yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Descending Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Descending Triangle? Descending Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis...

Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga

Dalam analisis teknikal saham, ada banyak indikator kompleks dengan rumus yang rumit dan parameter yang membingungkan. Namun, terkadang yang paling sederhana justru yang paling efektif. Salah satu indikator paling sederhana namun sangat berguna adalah Momentum (MOM). Momentum (sering disingkat MOM) adalah indikator yang mengukur kecepatan perubahan harga dengan menghitung selisih antara harga saat ini dengan harga N periode yang lalu. Tidak ada moving average, tidak ada smoothing, tidak ada bobot – hanya selisih harga. Kesederhanaan inilah yang membuat Momentum menjadi alat yang sangat baik untuk mengidentifikasi kekuatan tren, divergence, dan potensi pembalikan harga. Indikator ini juga menjadi fondasi bagi banyak indikator lain seperti RSI, MACD, dan lainnya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang indikator Momentum (MOM), mulai dari cara perhitungan, interpretasi garis nol...

Artikel menarik lainnya:

  1. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  2. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  3. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  4. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  5. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  6. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  7. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  8. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  9. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  10. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui

TradingView Chart - BRNA