Update: Kamis, 30 April 2026

CASH

PT. Cashlez Worldwide Indonesia Tbk.

Rp 266
+9.92%
Volume
90.989 lot
MA 5
241
MA 20
201
RSI
74.61
High
266
Low
242
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
5.02%
Support (10d)
189
Resistance (10d)
266
Volume Trend (10d)
+45.3%
Score
80
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
37.11 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (74.6) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.784 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CASH saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 74.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp189, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp266.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 266 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 306 - 333 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 253 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator dirancang untuk mengikuti harga atau mengukur momentum setelah pergerakan terjadi. Namun, ada satu indikator yang unik karena ia mengukur berapa lama harga telah mencapai titik tertinggi atau terendah dalam periode tertentu. Indikator itu adalah Aroon. Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Nama "Aroon" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "fajar" atau "awal dari sesuatu". Nama ini dipilih karena indikator ini dirancang untuk mendeteksi awal dari sebuah tren baru – seperti fajar yang menandai awal dari hari baru. Aroon berbeda dari indikator lain karena ia tidak menggunakan harga penutupan (close) secara langsung. Ia hanya menghitung berapa lama sejak harga mencapai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam periode tertentu. Semakin baru titik ekstrem tersebut, semakin...

Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah menentukan di mana letak support dan resistance yang sebenarnya. Banyak trader menggunakan level psikologis (1000, 5000), Fibonacci, atau pivot point. Namun, ada pendekatan yang lebih sederhana dan murni berdasarkan struktur harga itu sendiri: Fractals. Dikembangkan oleh Bill Williams, seorang trader dan analis terkenal, Fractals adalah pola lima batang candlestick (atau bar) yang mengidentifikasi titik-titik pembalikan potensial di pasar. Konsep ini terinspirasi dari matematika fraktal — pola yang berulang pada berbagai skala. Dalam pasar keuangan, fractal berarti bahwa pola yang sama yang terjadi pada grafik 5 menit juga dapat terjadi pada grafik harian atau mingguan. Bagi trader yang ingin mengidentifikasi support dan resistance secara objektif (tanpa subjektivitas), Fractals adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Fractals (Fraktal) Fractals...

ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss

Dalam dunia trading saham, banyak sekali indikator teknikal yang digunakan untuk mengenali pola, tren, atau sinyal beli dan jual. Mulai dari Moving Average, RSI, MACD, hingga Bollinger Bands. Namun, ada satu indikator yang kerap dianggap unik karena fungsinya tidak untuk mencari pola. Indikator itu adalah ATR (Average True Range). ATR tidak pernah memberi tahu Anda apakah harga saham akan naik, turun, atau sideways. ATR tidak menghasilkan garis support-resistance dinamis, dan tidak memberikan sinyal overbought atau oversold. Lalu, untuk apa ATR digunakan? Jawabannya sederhana: ATR dirancang khusus untuk mengelola volatilitas dan menentukan stop loss yang adaptif. Apa Itu ATR (Average True Range)? Dikembangkan oleh Welles Wilder (tokoh di balik RSI dan Parabolic SAR), ATR mengukur seberapa besar pergerakan harga suatu saham dalam periode tertentu. Wilder...

Artikel menarik lainnya:

  1. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  2. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  3. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  4. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  5. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  6. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  7. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  8. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  9. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  10. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading

TradingView Chart - CASH